Perhatikan 5 Hal Ini Ketika Ingin Membeli Ponsel Bekas

Ponsel merupakan benda yang wajib dimiliki saat ini. Jika Anda tidak membawa ponsel, rasanya sama seperti tidak membawa dompet. Anda akan sulit bersosialisasi dan berhubungan dengan orang lain. Saat ini ponsel tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi saja. Ada segudang kegiatan yang bisa dilakukan, seperti bermain games, mendengarkan musik, menonton video, ataupun bekerja dengan dokumen. Ponsel sudah menjadi sebuah asisten pribadi yang multifungsi.
ponsel bekas

Meskipun ponsel dibutuhkan, tapi tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk membeli ponsel. Apalagi ponsel pintar (smartphone) yang kadang memiliki banderol harga yang cukup mahal. Untuk mengakali hal tersebut, banyak orang melirik ponsel bekas. Selain harganya yang kompetitif, ponsel bekas biasanya masih memiliki performa yang sama dengan ponsel baru. Hanya saja mungkin penampilan fisiknya yang sudah terlihat “terpakai”.
Jika ingin membeli ponsel bekas, Anda harus memilih dengan cermat. Sebab, ponsel jika statusnya “sudah pernah dipakai” oleh orang lain berarti ada kekurangan-kekurangan yang terdapat pada ponsel tersebut. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli sebuah ponsel bekas, ada baiknya Anda memperhatikan 5 hal berikut.
Cek fisik Ponsel
Salah satu yang paling mudah untuk dilakukan ketika membeli ponsel bekas adalah melakukan pengecekan terhadap fisik ponsel tersebut. Periksa apakah ada cacat seperti penyok, retak, atau bekas benturan. Lihat juga di bagian layar apakah ada lecet atau goresan-goresan yang menonjol. Jika ponsel tersebut memiliki case belakang yang dapat dibuka, periksa juga bagian dalamnya. Cek apakah baterai dalam kondisi normal atau kembung/bocor.
Periksa kelengkapan unit
Setelah memeriksa fisik ponsel, cek juga kelengkapan dari ponsel tersebut. Ponsel bekas biasanya memiliki kelengkapan yang sudah tidak lengkap, tergantung dari pemilik sebelumnya merawat unit tersebut. Periksa apakah unit charger dan headset adalah barang orisinil ataukah sudah diganti dengan merk lain. Meskipun dianggap tidak terlalu penting, namun Anda juga patut memeriksa apakah buku manual masih lengkap atau tidak. Siapa tahu suatu saat Anda membutuhkan buku petunjuk pengoperasian ponsel tersebut.
Perhatikan IMEI dan Serial Number
Nomor IMEI merupakan salah satu bagian yang paling penting dari sebuah ponsel. Layaknya nomor identitas KTP atau SIM pada manusia. Ketika membeli ponsel bekas, pastikan nomor IMEI dan serial number dari ponsel tersebut sama dengan apa yang tertera di kardusnya. Beberapa merk seperti Xiaomi juga memiliki layanan pengecekan IMEI dan serial number secara online. Anda tinggal memasukkan kedua nomor seri tersebut ke dalam formulir yang disediakan di situs mereka.
Tanyakan riwayat Ponsel
Jangan ragu untuk menanyakan “riwayat hidup” ponsel bekas yang ingin Anda beli. Tanya apakah ponsel tersebut pernah mengalami masalah, pernah masuk - keluar pusat perbaikan, atau pernah mengalami kecelakaan seperti terbentur atau jatuh. Hal ini mencegah timbulnya masalah yang akan datang di depannya ketika Anda sudah membeli ponsel bekas tersebut.
Periksa garansi
Jika masih dalam masa garansi, periksa seperti apa garansi yang masih berlaku. Apakah hanya garansi servis atau mencakup suku cadang juga. Jangan lupa tanyakan kepada pemilik ponsel bekas sebelumnya, apakah garansi tersebut adalah garansi resmi atau garansi distributor.
Selalu berhati-hati ketika ingin membeli barang bekas apapun, termasuk ponsel bekas. Jika perlu, gunakan metode cash on delivery atau ketemuan di tempat agar Anda bisa memeriksa barang dengan lebih enak. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti memeriksa spesifikasi, performa benchmark, dan kesehatan baterai dengan menggunakan aplikasi di dalam ponsel bekas tersebut.

Gambar diambil dari wamu.org.

Comments