Review Asus Lolliflash: Lampu Kilat Mini Serbaguna

Kamera menjadi salah satu elemen penting dalam pertimbangan memilih smartphone saat ini. Tidak dipungkiri lagi, perkembangan fotografi yang ada di dalam dunia ponsel pintar semakin lama semakin canggih. Jika pada zaman Nokia berjaya kamera ponsel hanya sebagai pelengkap dengan resolusi VGA, sekarang kamera dengan kualitas gambar yang cukup baik dengan megapiksel besar mudah ditemui di ponsel dengan harga yang terjangkau.

asus lolliflash

Asus sebagai salah satu produsen smartphone terkemuka di dunia pun tidak ingin ketinggalan. Setelah meluncurkan Asus Zenfone 2 yang mengguncang dunia per-gadget-an dengan ponsel pertama yang menggunakan RAM sebesar 4 GB, kini perusahaan asal Taiwan tersebut mengeluarkan sebuah aksesoris pendamping yang sangat berguna bagi Anda yang menyukai fotografi ponsel. Diharapkan aksesoris itu dapat melengkapi kamera 13 megapiksel dengan teknologi Asus PixelMaster yang tertanam pada Asus Zenfone 2.

Asus Lolliflash merupakan sebuah lampu kilat mini yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan fotografi ponsel Anda. Bentuknya yang mini menjadikannya mudah untuk dibawa kemana saja. Dalam paket penjualannya, Lolliflash terdiri dari 1 unit lampu kilat dan 3 buah filter lampu berwarna putih, magenta, dan biru yang terbuat dari plastik silikon. Oh ya, lampu kilat mini ini bisa digunakan untuk smartphone merek apa saja, tidak hanya untuk Asus. Jadi jika Anda memiliki ponsel merek lain, berbahagialah karena Anda bisa menyicipi Lolliflash ini.

asus lolliflash

Penggunaan Asus Lolliflash sangatlah mudah. Anda cukup mencoloknya ke port 3,5 mm yang biasa digunakan untuk tempat mencolok headset. Setelah itu, Anda bisa menyalakan Lolliflash dengan tombol power yang telah disediakan. Ada 3 mode lampu yang bisa dipilih, yakni mode cukup terang untuk 1x pencet tombol, mode terang untuk 2x pencet tombol, dan mode sangat terang untuk 3x pencet tombol. Ketiga mode tersebut tentunya dapat memudahkan Anda untuk memilih tingkat kecerahan lampu sesuai dengan kondisi di tempat Anda ingin memotret.


Pada pengujian kali ini, kebetulan penulis tidak memiliki smartphone merek Asus. Sehingga penulis menggunakan ponsel utama yang digunakan untuk sehari-hari, yakni LG G4. Perlu diingat, pada LG G4 letak port 3,5 mm berada di bawah bodi ponsel. Sehingga mungkin akan terdapat perbedaan hasil foto dengan ponsel yang memiliki letak port 3,5 mm di atas (seperti Asus Zenfone 2). Semua foto diambil dengan menggunakan mode auto. Berikut adalah beberapa hasil jepretannya.

asus lolliflash
Tanpa menggunakan lampu kilat.
asus lolliflash
Menggunakan lampu kilat bawaan ponsel.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang tanpa filter.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang dengan filter putih.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang dengan filter magenta.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang dengan filter biru.
asus lolliflash
Tanpa menggunakan lampu kilat.
asus lolliflash
Menggunakan lampu kilat bawaan ponsel.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode terang tanpa filter.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode terang dengan filter putih.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode terang dengan filter magenta.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode terang dengan filter biru.
asus lolliflash
Tanpa menggunakan lampu kilat.
asus lolliflash
Menggunakan lampu kilat bawaan ponsel.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode sangat terang tanpa filter.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode sangat terang dengan filter putih.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode sangat terang dengan filter magenta.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode sangat terang dengan filter biru.

Tidak hanya untuk foto objek, ternyata Asus Lolliflash ini juga dapat digunakan untuk foto selfie lho! Agar tidak membuat mata Anda silau, sebaiknya gunakan tingkat kecerahan cahaya cukup terang seperti yang penulis lakukan pada foto di bawah ini.

asus lolliflash
Tanpa menggunakan lampu kilat.
asus lolliflash
Menggunakan lampu kilat bawaan ponsel (ponsel yang digunakan memiliki fitur lampu kilat kamera depan memanfaatkan cahaya layar). 
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang tanpa filter.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang dengan filter putih.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang dengan filter magenta.
asus lolliflash
Menggunakan Asus Lolliflash mode cukup terang dengan filter biru.

NB: Hati-hati ya naksir sama penulis.

Bisa dilihat pada hasil di atas, Asus Lolliflash memiliki kinerja yang sangat baik. Cahaya yang keluar dari lampu kilat mini ini terlihat lebih natural dibandingkan dengan cahaya lampu kilat bawaan ponsel. Bahkan, Anda bisa berkreasi menggunakan filter warna yang sudah disediakan. Istilahnya sih, bermain dengan white balance katanya. Oh ya, untuk menggunakan Lolliflash ini ternyata tidak perlu selalu dicolok ke port 3,5 mm. Anda bisa menyalakan lampu kilat mini ini dan menempatkannya di mana saja sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dikarenakan Asus Lolliflash memiliki baterai yang tertanam di dalam bodinya. Anda bisa mengisi ulang daya baterai tersebut dengan charger ponsel ataupun kabel microUSB 2.0 biasa.

NB: Dalam keadaan darurat kamu juga bisa menggunakan Lolliflash untuk senter pada saat mati lampu.

Kesimpulan dari penulis, lampu kilat mini Asus Lolliflash merupakan sebuah aksesoris pendamping smartphone kamera yang sangat layak Anda miliki. Penggunaan Lolliflash membuat hasil jepretan Anda berbeda. Dengan mengeksplor dari berbagai sudut dan filter yang ada, Anda bisa mendapatkan sebuah foto dengan gambar yang unik dan menarik. Sayang hingga review ini diterbitkan, penulis belum mengetahui banderol harga serta ketersediaannya di pasaran.

Comments

Post a Comment