Moto Z dan Moto Z Force: Senjata Lenovo untuk Meramaikan Pasar Flagship

Kolaborasi antara dua perusahaan teknologi terkemuka di dunia mulai membuahkan hasil. Setelah Lenovo membeli Motorola pada 2014 silam, akhirnya perusahaan tersebut meluncurkan sebuah produk smartphone flagship dengan label Moto by Lenovo. Moto Z dan Moto Z Force merupakan dua jagoan terkini yang didukung oleh spesifikasi yang setara dengan ponsel pintar kelas atas lainnya.

moto z force

Moto Z memiliki ketebalan hanya 5,2 mm dan terbuat dari bahan aluminum dan stainless steel aircraft-grade yang membuatnya terlihat kokoh dan mewah. Pada sektor layar, ponsel ini mengusung layar AMOLED dengan ukuran 5,5 inci dan resolusi QHD. Urusan performa pun tidak main-main, Lenovo mempercayakan smartphone ini dengan chipset Qualcomm Snapdragon 820 yang sudah teruji di ponsel flagship lainnya. Chipset gahar tersebut dipasangkan dengan RAM sebesar 4 GB untuk multitasking yang lebih maksimal. Apakah Anda senang memasang banyak aplikasi dengan ukuran besar? Tidak perlu khawatir, sebab internal memory seluas 32 atau 64 GB siap menampung berbagai aplikasi dan data milik pengguna. Jika kurang, ponsel ini juga memiliki dedicated memory slot yang mampu membaca memory berjenis microSD hingga kapasitas 256 GB.

Kamera menjadi salah satu faktor penting yang dilihat oleh konsumen smartphone masa kini. Maka dari itu, kamera 13 megapiksel lengkap dengan fokus otomatis laser, optical image stabilization, dan lampu kilat dual-LED menjadi senjata utama pada kamera belakang Moto Z. Bagi para penggemar selfie, kamera depan 5 megapiksel dengan lensa wide-angle siap mengabadikan foto selfie Anda. Untuk fitur lainnya, ponsel pintar ini juga dilengkapi dengan pemindai sidik jari dan water-repellant coating. Baterai sebesar 2,600 mAh siap menunjang aktivitas penggunanya. Fitur pengisian daya cepat pada ponsel ini menjanjikan untuk 8 jam pemakaian ponsel hanya dengan mengisi daya selama 15 menit.

moto z force

Moto Z Force merupakan varian yang lebih perkasa dari Moto Z. Memiliki ketebalan yang lebih tebal, yakni 6,99 mm, ponsel ini memiliki beberapa upgrade dibandingkan dengan saudara kembarnya. Sebut saja baterai yang lebih besar (3,500 mAh), kamera lebih baik (21 megapiksel), dan shatter-proof display. Kamera belakang 21 megapiksel tersebut dilengkapi dengan aperture f/1.8 dengan fokus otomatis phase detection. Tentunya fitur-fitur yang ada di Moto Z seperti fokus otomatis laser dan optical image stabilization tetap hadir di ponsel ini. Selain upgrade yang sudah disebutkan, kedua ponsel tersebut memiliki spesifikasi yang identik. Misalnya penggunaan konektor USB Type-C dan sama-sama berjalan pada sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow. Perlu diketahui, Lenovo menghilangkan konektor 3,5 mm yang biasa digunakan untuk mencolok headset. Namun pengguna tidak perlu khawatir, karena disediakan juga sebuah converter yang dapat dicolok pada konektor USB Type-C ponsel ini sehingga Anda tetap dapat menggunakan headset kesayangan.

Selain spesifikasi yang sangat mumpuni, ada satu hal lagi yang menjadikan Moto Z dan Moto Z Force layak untuk dilirik. Hal tersebut adalah dukungan MotoMods. Lenovo mencoba konsep modular yang telah diaplikasikan oleh LG pada G5 mereka. Perbedaannya, pada kedua ponsel ini pengguna tidak perlu membongkar pasang ponsel mereka, melainkan tinggal memasangnya saja pada bagian belakang bodi ponsel dengan magnet. Nantinya, aksesoris modular yang ada untuk kedua ponsel ini akan terhubung menggunakan konektor 16 titik yang ada pada bagian bawah belakang bodi ponsel.

Moto Z dan Moto Z Force akan dipasarkan di Amerika Serikat terlebih dahulu dengan operator Verizon mulai musim panas ini. Untuk negara lainnya, kedua ponsel akan tersedia mulai September 2016 mendatang.


via gsmarena.com.



Comments