Review Moto Z2 Play: Unik dan Menyenangkan

Ini adalah artikel ulasan ponsel pintar pertama penulis di 2018. Di awal tahun ini, penulis ingin mengulas sebuah ponsel pintar yang beberapa waktu ini penulis gunakan sebagai daily driver. Memang sih ponsel ini bukan ponsel keluaran yang baru-baru banget, namun mengingat banderol harganya yang saat ini turun ke angka yang rasional, ponsel ini menjadi sangat menarik untuk dimiliki. Apalagi, merek ponsel ini adalah merek yang sudah terkenal sejak lama menghadirkan produk dengan build quality kelas wahid dan cukup inovatif dengan berbagai keunikan yang beberapa kali ditemukan pada ponsel mereka. Inilah ulasan Moto Z2 Play!

motorola

Bukan tanpa alasan mengapa Motorola menjadi salah satu produsen yang inovatif dalam menghadirkan sebuah produk. Sebab, perusahaan yang saat ini dimiliki oleh Lenovo tersebut menghadirkan MotoMods, yakni sebuah mod atau perangkat yang dapat disambungkan dengan ponsel milik mereka yang dapat menambah fungsi dari ponsel tersebut. Hal yang membuat MotoMods menarik adalah cara pemasangannya yang mudah dan kompatibilitas antar perangkat. Kamu tinggal memasang MotoMods pada bagian belakang Moto Z2 Play dan voila! MotoMods bisa dapat langsung kamu gunakan. Saat ini beberapa MotoMods yang sudah beredar resmi di Indonesia adalah Moto Insta-Share Projector, JBL SoundBoost, serta Hasselblad True Zoom. Sayangnya penulis tidak memiliki satupun MotoMods tersebut sehingga penulis tidak akan membahas MotoMods ini lebih jauh.

Jika melihat pada desain Moto Z2 Play, terlihat desain yang cukup orisinil khas Motorola. Walaupun menurut pendapat pribadi penulis, bagian depan ponsel ini sepintas terlihat seperti Nexus 5. Sebuah layar seluas 5,5 inci berjenis Super AMOLED dengan resolusi full HD 1.080 x 1.920 tampak memenuhi sebagian besar bagian depan dari ponsel ini. Di bawahnya terletak sebuah tombol multifungsi yang digunakan sebagai pemindai sidik jari dan juga one button navigation. Ya, tombol ciri khas Motorola yang dinamakan Moto Actions ini memungkinkan kamu untuk menggunakan gesture tertentu untuk mengoperasikan tombol tersebut. Swipe ke kiri untuk back, swipe kanan untuk membuka recent apps, dan tahan jari sebentar untuk mengunci layar. Awalnya memang agak canggung, namun setelah beberapa lama memanfaatkan fitur tersebut, rasanya penggunaan tombol navigasi terpisah menjadi terasa "jaman old".

Pada bagian atas layar Moto Z2 Play, terdapat sebuah speaker yang tidak hanya berfungsi untuk mendengarkan suara lawan bicara ketika saat melakukan panggilan telepon, tapi juga sebagai speaker utama pada ponsel ini. Untuk kualitas suaranya sendiri, patut diacungi jempol lho. Meskipun belum mengadopsi dual stereo speaker layaknya flagship HTC beberapa tahun yang lalu, namun speaker pada ponsel ini memiliki suara yang cukup lantang dan tidak pecah ketika digunakan dalam volume yang penuh. Disamping kanan dan kiri speaker tersebut terdapat sebuah kamera depan dan lampu kilat dual-LED.

motorola

Melihat bagian belakang ponsel ini, terlihat desain ala Motorola begitu kental. Dengan kamera belakang dengan desain yang menonjol ditemani oleh laser autofocus dan lampu kilat dual-LED. Di bawah kamera tersebut terdapat sebuah logo batwing Motorola. Sayangnya logo ini tidak berbentuk cekung seperti yang ada di Moto G5s Plus. Padahal menurut penulis cukup nyaman jika dibuat cekung sehingga kita bisa sesekali menaruh jari di cekungan tersebut. Pada bagian paling bawah sisi belakang ponsel ini, terdapat sebuah magnetic connector yang berfungsi sebagai connector untuk MotoMods. Oh ya, kali ini penulis sudah melapisi bagian belakang Moto Z2 Play dengan skin dari 9Skins. Kalau kamu berminat, kamu bisa mendapatkannya dari toko daring di sini.

motorola

motorola

Untuk bagian sisinya, di sisi bawah kita mendapatkan sebuah USB Type-C port yang ditemani oleh sebuah jack 3,5 mm. Sedangkan di sisi kanan, kita akan menemukan sebuah tombol power dan dua buah tombol volume up/down. Ketiga tombol tersebut terasa begitu solid dan tidak longgar. Khusus untuk tombol power, Motorola memberikan aksen gerigi sehingga memudahkan kita untuk membedakannya dengan tombol volume, terutama saat kita berada di tempat yang gelap. Slot kartu SIM dan microSD berada di sisi atas ponsel ini. Dan kamu patut berbahagia, sebab Moto Z2 Play memiliki konfigurasi non-hybrid, yang artinya kamu bisa menggunakan dua buah kartu SIM berjenis nano dan sebuah kartu microSD secara berbarengan.

motorola

motorola

motorola

Berada di kelas menengah, Moto Z2 Play dibekali oleh chipset kawakan Qualcomm Snapdragon 626. Versi upgrade dari Snapdragon 625 yang tersohor itu memiliki clockspeed prosesor yang lebih tinggi, yakni di angka 2,2GHz. Chipset yang memiliki prosesor delapan inti Cortex-A53 tersebut terasa sangat gegas dalam pemakaian penulis sehari-hari. Menjalankan aplikasi apapun begitu lancar tanpa lag. Memiliki kartu grafis Adreno 506, ponsel ini juga enak ketika digunakan untuk bermain game. Beberapa game yang penulis senang mainkan seperti Arena of Valor, PES 2018, hingga Asphalt 8: Airborne berjalan mulus tanpa hambatan. Dengan RAM sebesar 4GB yang dimiliki oleh ponsel ini, menjalankan multitasking dapat dilakukan secara prima.

review moto z2 play
Pengujian menggunakan AnTuTu v6.2.7.


review moto z2 play
Pengujian menggunakan 3DMark dengan modus Sling Shot.

Penggunaan antar muka stock Android yang tidak memiliki ubahan yang banyak turut andil dalam menjaga kegegasan Moto Z2 Play. Tidak banyak bloatware dan fitur kekinian yang mungkin tidak kamu perlukan pada ponsel ini. Hanya ada beberapa aplikasi lokal saja terpasang pada ponsel ini yang sepertinya menjadi salah satu pemenuhan syarat TKDN. Dan tentunya aplikasi tersebut bisa kamu uninstall jika tidak berkenan untuk digunakan. Motorola hanya memberikan beberapa fitur tambahan yang tergabung dalam aplikasi Moto. Beberapa diantaranya adalah Moto Actions yang sudah dijelaskan sebelumnya, lalu ada juga Moto Display yang berfungsi menampilkan berbagai notifikasi ketika ponsel sedang tidak digunakan (mirip fitur always on display), dan terakhir adalah Moto Voice yang memungkikan kamu menggunakan perintah suara dalam bahasa Inggris untuk membuka aplikasi.

Kamera pada Moto Z2 Play mendapatkan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada Z Play generasi sebelumnya. Kali ini, Motorola menyematkan kamera belakang dengan resolusi 12 megapiksel yang memiliki aperture f/1.7, ukuran piksel 1.4 µm, dan dilengkapi dengan phase detection serta laser autofocus. Tidak lupa sepasang lampu kilat LED juga disertakan untuk membantu penerangan saat kamu ingin menangkap objek di tempat yang gelap. Foto-foto yang dihasilkan oleh kamera ponsel ini bekerja sangat prima ketika kondisi cahaya cukup. Jika kondisi cahaya agak redup maupun gelap, memang ada penurunan kualitas gambar namun masih di dalam batas wajar. Penulis sendiri sangat puas dengan kamera dari ponsel ini.

Berikut adalah beberapa hasil tangkapan dari kamera belakang Moto Z2 Play. Semuanya menggunakan modus otomatis dengan mengaktifkan Auto HDR. Olah digital yang dilakukan hanyalah untuk mengubah ukuran dan kompresi ukuran file agar lebih nyaman untuk dilihat oleh pembaca.

Modus otomatis - outdoor siang - Auto HDR

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play


review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

Modus otomatis - indoor - Auto HDR


review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

Modus otomatis - outdoor malam - Auto HDR

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

review moto z2 play

Kamera depan Moto Z2 Play di atas kertas memang terlihat biasa saja. Menggunakan kamera bersensor 5 megapiksel dan aperture f/2.2 nampaknya sudah menjadi standar untuk kamera depan ponsel masa kini. Namun satu hal yang menarik, kamera depan ini memiliki ukuran piksel yang sama besarnya dengan kamera belakang, yakni 1.4 µm. Dengan ukuran piksel yang cukup besar tersebut, kamera depan ponsel ini mampu menangkap cahaya lebih banyak yang berimbas lebih terangnya hasil foto saat mengambil swafoto di tempat yang kurang cahaya.

Modus otomatis - outdoor siang - Auto HDR (atas beautify off, bawah on).

review moto z2 play

review moto z2 play

Modus otomatis - outdoor malam - Auto HDR (atas beautify off, bawah on).

review moto z2 play

review moto z2 play

Modus otomatis - indoor cahaya lampu - Auto HDR (atas beautify off, bawah on).

review moto z2 play

review moto z2 play

Pada pengujian kali ini, penulis juga sempat merekam video menggunakan modus otomatis dengan pengaturan resolusi 1080p dan frame rate 60 per detik. Seperti inilah hasilnya.



Baterai tanam berkapasitas 3.000 mAh menjadi jantung pada Moto Z2 Play. Dengan pola pemakaian ala penulis, baterai tersebut sanggup tahan seharian dari waktu penulis bangun (06.00, daya 100%) hingga waktu penulis akan pulang kerja (18.00, daya sisa 35%). Mungkin daya tahannya terlihat biasa saja jika dibandingkan dengan ponsel lain dengan spesifikasi yang sama namun memiliki kapasitas baterai yang lebih besar. Namun Motorola membenamkan fitur pengisian daya cepat pada ponsel ini dengan menyertakan sebuah charger TurboPower. Penulis hanya membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit untuk mengisi daya sisa 35% tersebut kembali penuh 100%. Pengisian daya cepat milik Moto Z2 Play ini juga nampaknya kompatibel dengan Qualcomm Quick Charge 3.0. Hal ini dibuktikan dengan aktifnya fitur tersebut ketika penulis mencoba mengisi daya menggunakan power bank Acmic A10 Pro yang memiliki fitur pengisian daya cepat tersebut.


review moto z2 play

Itulah ulasan lengkap mengenai Moto Z2 Play. Jika kamu saat ini sedang mencari sebuah ponsel dengan performa yang gegas, daya tahan baterai yang cukup baik dengan fitur pengisian daya cepat, dan kamera belakang serta depan yang dapat diandalkan, ponsel ini layar dijadikan salah satu pilihan. Apalagi saat ini banderol resminya sedang turun harga menjadi Rp 4.999.000 saja. Bahkan, di beberapa toko menawarkan promo tambahan, yakni cashback sebesar Rp 500.000 dan pembeli berhak mendapatkan salah satu MotoMods, yakni JBL SoundBoost selama persediaan masih ada. Rasanya akan sulit menolak tawaran tersebut.

Meskipun memiliki berbagai keunggulan, ponsel ini juga tidak luput dari beberapa kekurangan. Pertama adalah ponsel ini memiliki fisik yang cukup licin, sehingga kamu harus berhati-hati saat menggunakannya. Tentunya hal ini dapat diatasi dengan menggunakan case ataupun memasang skin seperti yang penulis lakukan. Kedua, fitur Moto Display yang ada di ponsel ini terkadang tidak bekerja maksimal. Jika ponsel sedang ditaruh di atas meja dan kita sedang melakukan pekerjaan di dekatnya, seperti mengetik dengan laptop, terkadang fitur tersebut menyala dengan sendirinya. Nampaknya ini sebuah bug yang seharusnya bisa diatasi dengan software update.

Untuk spesifikasi teknis dari Moto Z2 Play, kamu bisa melihatnya pada tabel di bawah ini.

Layar
5,5 inci dengan resolusi 1.080 x 1.920 piksel, Super AMOLED, Corning Gorilla Glass 3.
Ukuran (Panjang x Lebar x Tebal) dan Bobot
156,2 x 76,2 x 6 mm, 145 g.
Prosesor
Qualcomm Snapdragon 626 dengan prosesor octa-core (8 x 2,2GHz Cortex-A53).
GPU
Adreno 506.
RAM
4GB.
Internal Storage
64GB.
External Storage
microSD hingga kapasitas 256GB (slot terpisah dengan kartu SIM).
Kamera Belakang
Kamera 12 megapiksel dengan aperture f/1.7, ukuran piksel 1.4 µm, phase detection dan laser autofocus, lampu kilat dual-LED.
Kamera Depan
5  megapiksel dengan aperture f/2.2, ukuran piksel 1.4 µm, lampu kilat dual-LED
Konektivitas
GSM, HSDPA, 4G LTE, WiFi 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 4.2, GPS, GLONASS, USB 3.1 Type-C 1.0, FM Radio.
Baterai
3.000 mAh dengan pengisian daya cepat TurboPower
Sistem Operasi
Android 7.1.1 Nougat










Comments