Skip to main content

Huawei Bagikan Power Bank Untuk Calon Pembeli iPhone

Seperti tahun-tahun sebelumnya, antrean calon pembeli iPhone terbaru memanjang di depan Apple Store di seluruh belahan dunia. Tidak terkecuali di Singapura. Tetangga Indonesia tersebut memiliki Apple Store yang terletak di Orchard Road yang selalu penuh antrean dari para Apple fans tiap tahunnya ketika iPhone baru diluncurkan. Namun kali ini, ada pemandangan unik yang belum pernah terlihat sebelumnya. Apakah itu?

Review LG G4: Kecanggihan Teknologi Berbalut Kulit Menawan

LG merupakan sebuah merk asal Korea Selatan yang terkenal akan produk elektroniknya. Meskipun selama ini berada di bawah bayang-bayang Samsung, saudara senegaranya yang lebih menggurita, LG tidak gentar dan selalu mengeluarkan inovasi baru tiap tahunnya. Pada tahun 2015 ini, LG meluncurkan smartphone flagship terbaru mereka, LG G4. Ponsel yang digadang-gadang sebagai ponsel Android dengan kamera terbaik ini siap mengganjal laju Samsung Galaxy S6 yang terlebih dahulu keluar dan memiliki berbagai kecanggihan teknologi yang belum ditemui pada ponsel lainnya.

review lg g4

Sudah dipasarkan mulai akhir Mei 2015 di Indonesia, penulis baru bisa mendapatkan unit LG G4 (baca: THR baru turun) pada akhir Juni 2015 kemarin. Ini adalah ponsel LG kedua yang penulis pernah gunakan setelah dahulu kala pernah menggunakan LG Optimus 2X. Penasaran dengan kemampuan kameranya, tanpa banyak berpikir langsung saja penulis memutuskan untuk membeli LG G4. Sebelumnya, penulis sempat mempertimbangkan Samsung Galaxy S6 atau Sony Xperia Z3+. Namun, LG G4 ini lebih menarik untuk penulis. Penasaran apa yang bikin menarik?

review lg g4

Case belakang LG G4 yang penulis miliki menggunakan material kulit. Hal ini membuatnya terlihat beda dari yang lain. Kulit yang digunakan pun kulit asli, bukan plastik yang menyerupai kulit seperti yang bisa dijumpai pada Samsung Galaxy Note 4. Kulit berwarna coklat pada G4 sangat nyaman untuk disentuh, meskipun sedikit licin. Namun sepertinya pengguna harus berhati-hati untuk menggunakan G4 yang menggunakan balutan kulit tersebut. Sebab, material kulit memerlukan perlakuan khusus agar material tersebut tidak rusak. Penulis menjumpai kasus di sebuah forum, di mana case kulit pada G4 yang Ia gunakan mengelupas akibat penggunaan hard case.

Ponsel berukuran 148,9 x 76,1 x 9,8 milimeter dan berat 155 gram itu dibekali dengan layar seluas 5,5 inchi dengan resolusi QHD 1440 x 2560 piksel. Layar dengan teknologi Quantum Display IPS LCD tersebut terlihat jernih dan tajam dengan kerapatan piksel sebesar 534 ppi. Tidak hanya itu, layar LG G4 juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3 sehingga tahan terhadap goresan yang tidak diinginkan. 

review lg g4

Seperti ponsel G series sebelumnya, tombol power dan volume terletak di bagian belakang. Untuk Anda yang belum terbiasa, mungkin akan sulit untuk mengoperasikannya pada awal pemakaian. Namun setelah beberapa waktu, Anda akan merasakan betapa nyamannya penempatan tombol di belakang tersebut. Pada bagian atas, terdapat sebuah mic dan modul infrared yang dapat digunakan untuk menyulap G4 menjadi sebuah remote control berbagai produk elektronik, seperti televisi maupun AC. Di bagian samping, ponsel ini mulus seperti paha model tanpa ada satu tombol apapun. Anda akan menemukan sebuah port micro USB dan sebuah port audio 3,5 milimeter. Penempatan ini cocok untuk Anda yang senang mendengarkan musik dengan sebuah headset/earphone ketika mengantongi ponsel di saku celana.

LG G4 sudah menggunakan Android 5.1 Lollipop dengan balutan antarmuka LG UX 4.0. Konon katanya, antarmuka LG yang satu ini berbeda dengan antarmuka LG versi sebelumnya. Pada UX 4.0 ini, tampilan dibuat lebih sederhana dengan hanya menampilkan fitur-fitur yang dianggap berguna. Mengikuti garis desain material yang menjadi andalan Lollipop, LG UX 4.0  memang tampil gemilang. Meskipun terbilang sederhana, namun berbagai fungsi andalan seperti QSlide, Knock Code, Smart Bulletin, dan Quick Memo+ dapat diakses dengan mudah. 

Pada bagian on-screen button, Anda akan menemukan empat tombol. Tiga tombol pertama, yakni back, home, dan multi task lazim ditemui pada Android lainnya. Namun LG menambahkan satu tombol lagi yang berfungsi sebagai switch antar kartu SIM. Oh ya, penulis sepertinya lupa memberi tahu pembaca kalau G4 adalah sebuah ponsel dual SIM. Kedua slot kartu SIM tersebut mendukung 4G LTE, namun hanya satu nomor saja yang bisa diaktifkan mobile data-nya, sedangkan SIM yang satu lagi hanya bisa standby dan menerima telepon/sms. Pengguna perlu menekan tombol yang penulis sudah sebutkan sebelumnya untuk mengaktifkan SIM lainnya untuk menggunakan mobile data, melakukan panggilan telepon, ataupun mengirimkan SMS. Kedua slot SIM tersebut sudah mendukung jaringan LTE 850, 900, 1800, maupun 2300. Teorinya, koneksi LTE semua operator Indonesia (Telkomsel, XL, Indosat, Three, Smartfren, dan Bolt) dapat berjalan dengan lancar pada ponsel ini. Namun penulis baru berhasil mencoba Telkomsel dan XL saja (karena hanya memiliki dua nomor tersebut). Sekedar info, ketika penulis jalan-jalan ke Singapura minggu lalu, penulis mencoba menggunakan operator Singtel selama dua hari. Jaringan LTE operator negeri Singa tersebut berjalan mulus pada G4. Bahkan, kecepatan koneksinya stabil hingga 6x lipat kecepatan LTE yang dimiliki oleh Telkomsel dan XL. Kira-kira kapan ya semua operator Indonesia bisa seperti itu? Hanya Tuhan yang tahu. He he he.

review lg g4

review lg g4

review lg g4

Banyak orang meragukan prosesor 64-bit enam inti (hexa core) Qualcomm Snapdragon 808 yang digunakan oleh LG G4. Dengan kecepatan dua inti 1.82 GHz Cortex-A57 dan empat inti 1.44 GHz Cortex-A53, di atas kertas performanya akan kalah jika dibandingkan dengan prosesor papan atas masa kini, seperti Snapdragon 810 atau Exynos 7420 kebanggaan Samsung. Namun ternyata anggapan tersebut tidak benar. Selama dua minggu penulis menggunakan G4, hampir tidak ada hambatan yang ditemukan oleh penulis. Aplikasi berjalan lancar dan tidak pernah terjadi lag, hang, apalagi sampai restart sendiri. 

Ditemani dengan RAM sebesar 3 GB dan GPU Adreno 418, berpindah-pindah aplikasi dan bermain games masa kini tidak menjadi masalah pada LG G4. Mulai dari game ringan seperti Clash of Clans hingga game berat seperti Real Racing 3, semua lancar dijalankan. Hanya saja penulis menemukan bahwa game DomiNations favorit penulis belum bisa berjalankan dengan mulus di ponsel ini. Ntah mengapa, setiap kali penulis ingin masuk ke dalam game, selalu terlempar ke home screen. Semoga saja pihak developer DomiNations maupun LG bisa memperbaiki masalah ini.

review lg g4
Skor Antutu LG G4.
review lg g4
Skor Quadrant Benchmark LG G4.
Kamera menjadi daya tarik utama LG G4.  Kamera utama 16 megapiksel pada ponsel ini dibekali dengan fitur optical image stabilization (OIS) three axis (LG G3 memiliki two axis), laser autofocus, aperture f/1.8 yang lebih lebar, sensor 1/2.6" yang lebih besar, serta sensor color spectrum. Fitur terakhir memungkinkan kamera utama G4 mendeteksi white balance yang lebih akurat. Tidak sampai disitu, ponsel ini juga dibekali dengan mode manual yang memungkinkan pengguna untuk mengakses penuh kontrol kamera yang disediakan. Butuh gambar dengan detail lebih tanpa proses software yang berlebihan? Anda dapat menyimpan gambar dengan format DNG RAW. Berikut adalah hasil jepretan penulis dengan menggunakan mode Auto.

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4

review lg g4



review lg g4
Toko apa ini hayo?
review lg g4

review lg g4

review lg g4
Panorama di Marina Bay.
review lg g4

review lg g4

review lg g4
Maskapai yang mengantarkan penulis pergi - pulang.
review lg g4
Maskapai favorit dan kebanggaan orang Indonesia.
Saat ini tidak lengkap rasanya jika sebuah ponsel tidak dilengkapi kamera depan yang memadai. Apalagi wabah selfie dan wefie sedang menjamur, nggak mau kan hasil foto selfie sama pacar ataupun temannya jelek? Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, LG G4 dibekali dengan kamera depan 5 megapiksel. Fiturnya memang tidak selengkap kamera utamanya, namun sudah sangat optimal untuk selfie maupun wefie. Bahkan, kamera depan LG juga dilengkapi dengan screen flash, yakni sebuah fitur yang memungkinkan layar menyala ketika Anda membutuhkan cahaya lebih ketika memotret dengan menggunakan kamera depan. Berguna banget kalau Anda suka foto di tempat yang agak redup pencahayaannya seperti di kafe, lounge, ataupun club.

NB: HATI-HATI NAKSIR.

review lg g4
Indoor dengan pencahayaan cukup.
review lg g4
Indoor dengan pencahayaan redup.
review lg g4
Indoor dengan pencahayaan redup menggunakan screen flash.
review lg g4
Outoor di bawah terik matahari.

Hadirnya slot micro SD dan baterai yang dapat dilepas-pasang menjadi daya tarik tersendiri bagi para power user, termasuk penulis. Meskipun sudah dibekali dengan memory internal 32 GB, penulis masih menggunakan sebuah micro SD merk Sandisk tipe Extreme UHS-I  berkapasitas 64 GB untuk menyimpan musik maupun film seri favorit. Untuk kualitas audionya sendiri, LG G4 patut diacungi jempol. Meskipun tidak memiliki embel-embel ponsel musik, suara yang dihasilkan dari keluaran headset LG QuadBeat 4 yang ada di dalam paket penjualan sangat bagus, Mendengarkan beberapa tembang top 40 seperti lagu-lagu dari Taylor Swift, Arianna Grande, Ellie Goulding, Maroon 5, Tove Lo, Calvin Harris, dan Zedd sangat menyenangkan. Setidaknya menurut kuping panci milik penulis. Namun ntah mengapa, penulis lebih menyukai mendengarkan musik menggunakan Xiaomi Piston 2 yang sudah penulis gunakan cukup lama. Untuk keluaran suara dari speaker pun, G4 termasuk nyaring dan jelas. Dengan volume mendekati maksimal, suara yang dihasilkan masih halus dan tidak pecah. Meskipun penempatan speaker ada di bagian bawah, namun karena bentuk ponsel yang sedikit curved maka speaker tersebut tidak tertutup rapat. Coba saja speaker-nya stereo dan memiliki kualitas yang ada pada HTC One series, penulis rasa LG G4 bakalan menjadi one stop entertainment solution.

Baterai lepas-pasang berguna jika Anda memiliki kebiasaan seperti penulis. Jika baterai yang digunakan sudah harus diisi ulang (dalam penggunaan penulis pada level 20-30%), maka penulis tinggal menukarnya dengan sebuah battery kit yang diberikan pada paket penjualan (paket penjualan berbeda-beda pada tiap toko). Sehingga penulis dapat melakukan ponsel dengan leluasa selama battery kit mengisi daya baterai yang sudah digunakan tadi.

review lg g4
Sisa RAM ketika penulis sudah memasang beberapa aplikasi.
review lg g4
Sensor yang ada pada LG G4.
Bagaimana dengan battery life dari LG G4? Dengan pola penggunaan penulis (single SIM, 40% aktif di media sosial dan chatting, 20% mendengarkan musik, 10% bermain game, 10% membaca berita dengan browser Chrome, dan 10% standby) ponsel ini dapat bertahan hingga 14 jam (pukul 06.00 WIB lepas charger, pukul 20.00 WIB sisa 20-30%). Menurut penulis, daya tahan tersebut cukup baik untuk ponsel dengan chipset yang powerful, layar resolusi tinggi, dan kamera dengan mode manual. Bahkan dengan adanya battery kit, menggunakan G4 terasa sangat awet. Baterai habis? Ganti saja dengan baterai cadangan yang ada di battery kit.

Dengan merogoh kocek sekitar Rp 7,5 juta, penulis sangat puas dengan kinerja LG G4. Bahkan melebihi ekspektasi dari yang penulis bayangkan. Jika ada satu kelemahan, menurut penulis terletak pada daya tahan baterainya. Seharusnya daya tahan baterai tersebut lebih baik lagi, paling tidak sama dengan daya tahan baterai LG G2 yang terkenal awet. Harga resmi yang dipatok oleh LG untuk G4 ini memang berada di angka Rp 8,5 juta. Namun dengan banyaknya promo serta berbagai cashback yang dimiliki oleh beberapa kartu kredit, Anda bisa membawa pulang sebuah LG G4 dengan leather back case seharga atau bahkan lebih murah dari yang penulis bayarkan.



Gambar produk diambil dengan LG G2.

Gambar kamera diambil dengan LG G4.

Gambar screenshot diambil dengan LG G4.




Comments

  1. mau nanya dong, kalau kondisi G4 sudah dimatikan, trus di-charge, apa memang HP nya akan menyala otomatis mas? punya saya kok gitu ya... akhirnya setelah nyala tadi, baru di-off manual supaya charging lebih cepat.

    makasih untuk infonya...! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf sebelumnya, saya sendiri tidak pernah mengecas dalam keadaan mati.

      dalam keadaan hidup pun ngecasnya bisa cepat kok mas, beli saja charger yang mendukung adaptive fast charging seperti chargernya Galaxy Note 4 atau Note 5. lalu padukan dengan kabel delcell zaxti.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran (email, membuka dan edit dokumen) ataupun hiburan (bermain games, mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop. Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number yang berawal 505 dan 506.

Review Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG: Fokus Cepat Dengan Laser Auto Focus

Setelah sebelumnya sukses dengan meluncurkan berbagai varian menengah ke atas Asus Zenfone 2 dengan prosesor Intel, Asus mulai melebarkan sayapnya ke ranah smartphone kelas menengah. Tidak mau ketinggalan dengan kompetitornya, perusahaan asal Taiwan tersebut meluncurkan sebuah produk menarik yang diposisikan untuk mengisi ponsel di jangkauan harga 2 juta. Meskipun pesaingan cukup sengit pada level tersebut, namun Asus tetap pede dengan meluncurkan Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG.