Skip to main content

Siap-Siap! Huawei Mate 20 Series Akan Segera Hadir di Indonesia

Setelah diperkenalkan secara internasional di London pada Oktober kemarin, Huawei Mate 20 series akan segera hadir di pasar smartphone tanah air. Acara peluncurannya direncanakan akan diadakan pada 19 Desember besok. Belum diketahui secara pasti seri Mate apa saja yang akan masuk ke Indonesia, namun dari desas-desus yang beredar, Huawei rencananya akan membawa Mate 20 dan Mate 20 Pro.

Setelah Berhasil Langkahi Apple, Apa Langkah Huawei Selanjutnya?

Dunia per-gadget-an dihebohkan dengan kabar yang beredar mengenai Huawei beberapa hari yang lalu. Menurut riset terbaru Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dari International Data Corporation (IDC), perusahaan dengan logo bunga merah tersebut telah menduduki ranking kedua di pasar smartphone global dengan market share sebesar 15,8 persen. Hal ini membuatnya untuk kali pertama mengalahkan Apple dengan selisih 3,7 persen di seluruh kuartal ini.

worldwide quarterly mobile phone tracker idc

Pada laporan tersebut, Ryan Reith, Program Vice President IDC Worldwide Mobile Device Trackers, mengatakan bahwa pertumbuhan yang dicapai oleh Huawei sangat mengesankan. Apalagi, perusahaan Tiongkok tersebut memasuki pasar di mana mereka sebelumnya belum terlalu dikenal. Hal yang dikatakan oleh Ryan tersebut bukan hanya isapan jempol saja. Di luar negeri asalnya, smartphone buatan Huawei memang tidak terlalu populer. Apalagi di Indonesia, mungkin orang-orang lebih mengenal Huawei sebagai produsen modem dibandingkan dengan smartphone. Namun di tahun 2018 ini perkembangan Huawei sangat signifikan.

Bukan tanpa usaha Huawei bisa melangkahi Apple di kuartal kedua 2018 ini. Ada beberapa resep keberhasilan yang diterapkan oleh perusahaan yang bermarkas di Shenzen tersebut. Salah satunya adalah konsistensi dalam berinovasi. Hal ini dapat diwujudkan dengan investasi yang besar di bidang riset dan pengembangan. Di Huawei, lebih dari 10 persen revenue diinvestasikan pada R&D setiap tahun. Menurut laporan tahunan 2017, ada sekitar 80 ribu staf Huawei yang bekerja di R&D, mencapai 45 persen dari total seluruh karyawan. Sedangkan menurut laporan 2017 EU Industrial R&D Investment Scoreboard dari Komisi Eropa, Huawei duduk di ranking 6 terkait investasi di R&D, bersanding di antara seluruh raksasa teknologi dunia.

laporan komisi eropa

Setelah berhasil langkahi Apple secara global, kira-kira apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Huawei? Di Indonesia sendiri, Huawei belum menjadi merek smartphone yang populer di masyarakat. Samsung dan Apple masih menjadi favorit untuk kelas atas, sedangkan Asus dan Xiaomi masih menjadi idola para kelas menengah ngehek. Berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 55 juta orang, dan akan tumbuh menjadi 100 juta orang pada tahun 2018 ini. Dengan jumlah tersebut, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Samsung bertahan menjadi kampiun di klasmen penjualan smartphone global berkat larisnya produk mereka di Amerika Serikat dan Eropa, sedangkan Apple sendiri memiliki die hard fans di berbagai belahan dunia yang membuat mereka bertahan di peringkat kedua sebelum disalip oleh Huawei. Xiaomi dan Oppo mampu masuk ke lima besar dikarenakan pengguna setia mereka yang ramai di India dan Indonesia. Bagaimana dengan Huawei sendiri? Setelah menjadi jawara di negeri tirai bambu, tentunya mereka harus memutar otak untuk melakukan ekspansi besar-besaran di luar Tiongok untuk dapat mempertahankan atau bahkan naik ranking di klasmen tersebut. Jika melirik pada laporan e-Marketer sebelumnya, penulis berpendapat Huawei dapat mempertahankan, bahkan menyusul Samsung dalam perebutan tempat pertama asalkan mampu bersaing di pasar Indonesia.

Jika ingin berhasil merebut hati para pengguna di Indonesia, apa saja sih yang harus dilakukan oleh Huawei?
  • Aggresive on marketing. Keberhasilan Samsung, Oppo, dan Vivo yang selalu bertengger di lima besar pasar smartphone Indonesia tidak lepas dari strategi marketing mereka yang cukup agresif. Baik langkah ATL, BTL, hingga ramai di dunia digital mereka lakukan demi bisa menarik perhatian para calon pembeli. Huawei mungkin bisa menerapkan hal serupa jika mereka ingin lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia.
  • Bring on all the best product. Pasar Indonesia tidak hanya terpaku pada satu kelas saja. Meskipun kelas menengah biasanya akan lebih ramai jika dibandingkan dengan kelas pemula, apalagi kelas atas, namun bukan berarti Huawei harus "terjebak" bermain di pasar tersebut. Peluncuran P20 Pro menjadi batu lompatan yang bagus menurut penulis, sebab membuktikan bahwa mereka mengganggap pasar Indonesia penting dan serius untuk ditaklukan. Dilanjutkan dengan Nova 3i yang belum lama ini diluncurkan, tentunya untuk memuaskan dahaga para kelas menengah ngehek yang selama ini di-php-in oleh smartphone ghoib. Bagaimana dengan kelas pemula? Mungkin mereka bisa meluncurkan satu atau dua produk sebagai pelengkap portofolio.
  • Keep your aftersales good. Salah satu kunci dari mempertahankan kepuasan pelanggan adalah dengan menjaga layanan purna jual. Kita tahu bahwa Samsung masih menjadi pemimpin di segmen ini. Tidak hanya pelayanan dari staf mereka yang bagus ketika menangani masalah konsumen, tapi juga keberadaan service center yang mudah ditemukan. Ada slentingan jokes yang mengatakan bahwa service center Samsung itu layaknya kantor kecamatan, di tiap kecamatan di DKI Jakarta pasti ada. Langkah ini perlu diikuti oleh Huawei sepertinya. Tidak perlu tiap kecamatan ada sih, namun kalau bisa service center-nya menyebar ke seluruh (minimal) ibukota provinsi yang ada di Indonesia. Tentunya dibarengi dengan pelayanan dari staf yang bagus ya.
  • Should it be cheap? No. Harga murah bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi orang untuk membeli smartphone di Indonesia (kecuali kalian fans merek oranye, hehehe). Tidak percaya? Lihat saja antrean yang mengular ketika Samsung melakukan penjualan perdana Samsung Galaxy S9 ataupun langkanya persediaan Asus Zenfone 5 saat ini. Produk dengan teknologi terbaik, fitur berlimpah, serta build quality yang bagus akan lebih diminati oleh para calon pembeli. Setelah itu, mereka akan melihat merek dari produk tersebut. Maka dari itu, tiga poin yang sudah disebutkan sebelumnya menjadi penting untuk Huawei. Namun bukan berarti mereka bisa memutuskan harga jual seenak jidat ya. Ingat, tetapkan harga yang rasional, sesuai dengan price to perfomance ratio yang pas.
Jika empat poin di atas dapat dilakukan oleh Huawei di Indonesia, penulis memprediksi produsen mifi paling populer ini bisa menjadi market leader di pasar smartphone nasional. Memang sih butuh proses yang panjang, sebab menaikkan angka penjualan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan untuk dapat menghadapi tantangan yang selalu dihadirkan oleh para kompetitor maupun konsumen itu sendiri.


Tidak lupa, Huawei juga perlu merangkul para pemasar dunia maya. YouTubers, bloggers, influencers, ataupun key opinion leader lainnya dapat mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap sebuah merek, tidak terkecuali smartphone. Semakin sering produk Huawei dibahas ataupun digunakan oleh para key opinion leaders tersebut, semakin besar juga peluang mereka untuk dapat dikenal lebih luas dan bukan tidak mungkin meningkatkan minat masyarakat untuk mengetahui hingga membeli produk dari Huawei.


Comments

Popular posts from this blog

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran (email, membuka dan edit dokumen) ataupun hiburan (bermain games, mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop. Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number yang berawal 505 dan 506.

Review Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG: Fokus Cepat Dengan Laser Auto Focus

Setelah sebelumnya sukses dengan meluncurkan berbagai varian menengah ke atas Asus Zenfone 2 dengan prosesor Intel, Asus mulai melebarkan sayapnya ke ranah smartphone kelas menengah. Tidak mau ketinggalan dengan kompetitornya, perusahaan asal Taiwan tersebut meluncurkan sebuah produk menarik yang diposisikan untuk mengisi ponsel di jangkauan harga 2 juta. Meskipun pesaingan cukup sengit pada level tersebut, namun Asus tetap pede dengan meluncurkan Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG.