Skip to main content

Inikah Penampakan dari Redmi Note 8 Pro?

Redmi, sub-brand dari Xiaomi saat ini sedang sibuk mempersiapkan generasi terbaru dari ponsel kelas menengah mereka. Ponsel yang akan memasuki seri ke-8 tersebut akan hadir dalam varian Redmi dan Redmi Note. Baru-baru ini, sebuah bocoran beredar dari akun Twitter @xiaomishka. Dalam cuitannya, akun tersebut mengunggah sebuah foto yang menunjukkan seseorang sedang memegang perangkat seri Redmi. Perangkat tersebut diduga sebagai Redmi Note 8 Pro.

Apple, Xiaomi, dan Huawei Kuasai Pasar Smart Wearable 2018

Pesona smart wearable ternyata meningkat di tahun 2018 kemarin. Berdasarkan data yang dirilis oleh IDC, perangkat pelengkap dari smartphone tersebut mengalami peningkatan market shqre hingga 27% pada tahun lalu. Hal ini ditunjang dengan peningkatan penjualan yang signifikan pada kuartal keempat 2018, di mana terjadi lonjakan market share hingga 27,4%.

IDC Worldwide Quarterly Wearables Tracker
Gambar dari idc.com.

Pada klasmen penjualan yang diterbitkan oleh IDC tersebut, Apple menduduki peringkat pertama dengan market share 26,8% dan berhasil mengapalkan sekitar 46,2 juta perangkat wearable. Hasil tersebut meningkat cukup drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dengan market share 24,6% dan pengiriman produk sekitar 33,1 juta perangkat. Sedangkan di peringkat kedua ada Xiaomi dengan market share 13,5% dan pengapalan produk sekiar 16,1 juta perangkat. Lalu tiga peringkat selanjutnya secara berturut-turut dihuni oleh Fitbit, Huawei, dan Samsung.

Pertumbuhan secara year-over-year paling fantastis dicetak oleh Huawei dengan peningkatan pengapalan produk hingga 147%, dari 4,6 juta perangkat di tahun 2017 menjadi 11,3 juta perangkat di tahun 2018. Alhasil saat ini Huawei memiliki market share sebesar 6,6%. Dengan pertumbuhan yang sangat tinggi ini, mereka berhasil menyalip Samsung yang harus puas di peringkat kelima dengan market share sebesar 6,2% dan pengapalan produk sekitar 10,7 juta perangkat.

Bagaimana dengan Fitbit? Perusahaan yang sedang naik daun dan digandrungi oleh para geek ini berada di peringkat ketiga. Sayangnya market share serta pengapalan produk mereka turun cukup besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mereka hanya mampu mendapatkan market share sebesar 8% dengan pengapalan produk sebanyak 13,8 juta perangkat, turun sekitar 10% dari tahun 2017 yang mampu mendapatkan market share sebanyak 11,4% dengan pengapalan produk sebanyak 15,4 juta perangkat.


Secara keseluruhan, semua produsen mengalami peningkatan pengapalan produk hingga 37 juta di tahun 2018. Perlu diingat, smart wearables yang dimasukkan ke dalam hitungan IDC tidak hanya smart watch saja, tapi juga earbuds seperti Apple AirPods ataupun Google Pixel Buds. Di Indonesia sendiri, smart watch besutan Xiaomi, yakni Amazfit, mendapatkan respon pasar yang cukup baik. Dengan peningkatan tersebut, sepertinya kita akan melihat smart wearables yang lebih inovatif lagi di tahun yang akan datang.

Comments

Popular posts from this blog

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran (email, membuka dan edit dokumen) ataupun hiburan (bermain games, mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop. Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number yang berawal 505 dan 506.

Review Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG: Fokus Cepat Dengan Laser Auto Focus

Setelah sebelumnya sukses dengan meluncurkan berbagai varian menengah ke atas Asus Zenfone 2 dengan prosesor Intel, Asus mulai melebarkan sayapnya ke ranah smartphone kelas menengah. Tidak mau ketinggalan dengan kompetitornya, perusahaan asal Taiwan tersebut meluncurkan sebuah produk menarik yang diposisikan untuk mengisi ponsel di jangkauan harga 2 juta. Meskipun pesaingan cukup sengit pada level tersebut, namun Asus tetap pede dengan meluncurkan Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG.