Skip to main content

Huawei P30 Pro Dapatkan Update EMUI 10

Setelah meluncurkan roadmap terakhir beberapa waktu yang lalu, saat ini Huawei sudah meluncurkan update EMUI 10 berbasis Android 10 versi stabil untuk Huawei P30 dan P30 Pro. Update tersebut sudah tersedia melalui metode over-the-air dan sudah dapat dinikmati oleh para pengguna kedua perangkat yang berada di Tiongkok.

Review Google Pixel XL: Masih Oke Buat 2019?

Smartphone besutan Google, yakni lini Pixel, merupakan dambaan para pengguna Android. Lini yang menjadi penerus jajaran Nexus yang sebelumnya sangat dicintai tersebut adalah sebuah kombinasi sempurna dengan spesifikasi hardware tinggi dan racikan software ala Google yang menawan. Namun sayangnya, Pixel tidak beredar secara resmi di Indonesia. Sehingga jika kamu ingin membeli smartphone ini, kamu harus membelinya ke negara tetangga atau melalui online marketplace dengan harga yang melambung jauh jika dibandingkan dengan harga aslinya.

review google pixel xl

Saat ini Google Pixel sudah menginjak generasi ketiga yang diwakili oleh Pixel 3 dan Pixel 3 XL. Keduanya saat ini masih cukup mahal untuk sebuah flagship keluaran tahun lalu. Bahkan harganya setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan flagship baru awal tahun ini seperti Samsung Galaxy S10+ maupun Huawei P30 Pro. Namun bukan berarti kamu tidak bisa menyicipi kecanggihan smartphone besutan Google tersebut lho! Masih ada cara buat kamu dapat menikmati kenyamanan menggunakan Pixel tanpa harus merogoh kocek yang terlalu dalam. Bagaimana caranya?

Sekarang sudah banyak beredar Google Pixel generasi pertama, yang diwakili oleh Pixel dan Pixel XL, yang dijual dalam kondisi bekas pakai atau second di online marketplace. Dengan harga tidak lebih dari 2,5 juta rupiah, kamu bisa membawa pulang sebuah Google Pixel XL varian RAM 4 GB dengan media penyimpanan internal 128 GB. Penasaran seperti apa rasanya memakai smartphone ini untuk menjadi daily driver di 2019?

Seperti biasa, penulis akan mulai membahas dari yang dapat dilihat oleh mata terlebih dahulu, yakni desain dan bodi fisiknya. Google Pixel XL membawa garis desain dari smartphone HTC terdahulu, di mana memang smartphone ini dibuat oleh mereka. Sisi depannya terlihat tidak terlalu istimewa, dengan layar seluas 5,5 inci di tengah yang diapit oleh dua bezel atas dan bawah yang masih cukup lebar. Kita akan menemukan sebuah kamera depan, speaker, dan proximity sensor pada sisi atas layar. Sedangkan pada sisi bawah layar tidak terdapat apa-apa. Untuk layarnya sendiri memiliki resolusi QHD berjenis AMOLED yang dilindungi oleh lapisan pelindung Gorilla Glass 4. Menurut penulis, layar dari smartphone ini terlihat tajam dan sangat cerah, bahkan ketika berada di bawah pancaran sinar matahari. Hanya saja mengingat unit yang dimiliki oleh penulis berstatus bekas, maka layarnya sudah mengalami burn in sepertinya layar AMOLED pada umumnya. Pada kasus penulis, burn in terjadi pada sisi bawah tepat di mana tombol navigasi berada.

review google pixel xl

review google pixel xl

Beralih ke sisi belakang, barulah kita bisa melihat keunikan dari smartphone ini. Pada 1/3 sisi atasnya, terdapat sebuah case plastik yang sekilas terlihat seperti kaca. Sedangkan 2/3 sisanya berbalut aluminium yang terasa dingin ketika disentuh jika kamu berada di ruangan ber-AC dalam rentang waktu yang lama. Sebuah pemindai sidik jari bisa ditemukan pada sisi belakang ini. Posisinya sangat pas dan sangat mudah dijangkau oleh jari telunjuk penulis. Di atasnya, terdapat sebuah kamera belakang yang ditemani oleh lampu kilat LED ganda, sensor fokus otomatis laser, serta sebuah mikrofon.

review google pixel xl

review google pixel xl

review google pixel xl

Tombol power dan volume bisa kita temukan di sisi kanan smartphone, sedangkan slot kartu SIM berada di sisi kiri. Smartphone ini hanya memiliki 1 slot saja dan tidak memiliki slot media penyimpanan eksternal. Hal ini tidak terlalu menjadi masalah buat penulis, sebab unit yang penulis miliki sudah memiliki media penyimpanan internal yang lapang seluas 128 GB. Buat kamu yang masih gemar mendengarkan musik dengan earphone berkabel, tidak perlu khawatir karena Google masih menyertakan jack 3,5 mm pada smartphone ini yang terletak di sisi atas. Sedangkan di sisi bawah terdapat sebuah port USB Type-C (3.0) yang mendukung pengisian daya cepat Power Delivery. Port tersebut diapit oleh dua buah grille, di mana sebelah kiri berfungsi sebagai speaker dan sebelah kanan sebagai mikrofon.

tombol power dan volume google pixel xl

slot sim card google pixel xl

port jack 3,5 mm google pixel xl

port usb dan speaker google pixel xl

Secara umum, build quality dari Google Pixel XL sangat baik dan mampu menyaingi flagship kompetitor yang dirilis di tahun yang sama dengan smartphone ini, seperti Samsung Galaxy S7, iPhone 7 Plus, ataupun HTC 10. Bobot bodinya cukup ringan dan nyaman ketika digenggam, meskipun agak sedikit licin. Satu hal lainnya, layar dari smartphone ini masih menggunakan rasio 16:9, sehingga terlihat sedikit lebih lebar dan tidak memanjang layaknya smartphone masa kini.

Software menjadi salah satu yang sangat menarik penulis untuk mencoba smartphone ini. Menggunakan Android versi vanilla seperti jajaran Nexus terdahulu dan Android One membuat pengoperasian smartphone ini terasa sangat smooth tanpa kendala apapun. Apalagi sistem operasinya sudah Android Pie 9.0 dengan security patch  April 2019, membuat software pada smartphone ini lebih aman. Fitur-fitur pada Android Pie dapat kita temukan pada Pixel XL, seperti adaptive battery and brightness, app actions, dan digital wellbeing. Jika kita merasa bosan dengan tampilan Pure Android ini, dengan mudah kita dapat memodifikasinya menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Google Play Store.

antarmuka google pixel xl
Home Screen.

antarmuka google pixel xl
App Drawer.

antarmuka google pixel xl
Notification Bar.

antarmuka google pixel xl
Control Center.

Google Pixel XL dibekali oleh chipset Qualcomm Snapdragon 821 dengan prosesor empat inti yang terdiri dari dua inti Kryo berkecepatan 2,15 GHz dan dua inti Kryo lainnya berkecepatan 1,6 GHz. Kartu grafis Adreno 530 dan RAM sebesar 4 GB menjadi pelengkap dari prosesor tersebut. Sebagai chipset kelas atas 2016, performanya masih dapat unggul dari chipset kelas menengah saat ini. Terlihat dari skor benchmark sintetisnya yang masih berada di atas rata-rata Snapdragon seri 6 dan kemampuan real life gaming-nya. Ya, kamu bisa menjalankan PUBG dengan pengaturan grafis HD dengan high frame rate. Namun dari pengalaman penulis bermain, prosesor dan kartu grafis yang sudah cukup berumur ini akan mengalami throttling karena suhunya yang agak tinggi, mengakibatkan frame rate yang tidak stabil ketika bermain dalam jangka waktu yang cukup lama. Penulis menyarankan pengaturan grafis Balanced dan medium frame rate jika kamu ingin bermain lebih nyaman.

review google pixel xl
Hasil pengujian AnTuTu Benchmark v7.1.7.

review google pixel xl
Hasil pengujian Geekbench 4.3.2 Pro.

review google pixel xl
Hasil pengujian 3DMark.

Kamera menjadi daya tarik lainnya bagi penulis untuk mencoba smartphone ini. Meskipun masih menggunakan kamera belakang berkonfigurasi tunggal Sony IMX377 dengan sensor 12,3 megapiksel dan aperture f/2.0, namun ukuran piksel yang dimiliki oleh lensa tersebut cukup besar, yakni 1.55 µm. Smartphone ini juga belum dilengkapi dengan OIS, namun sudah mengandalkan EIS untuk perekaman video serta kombinasi dari phase dan laser auto focus. Meskipun secara hardware agak tertinggal dibandingkan dengan flagship 2019, namun hasil jepretan-nya masih bisa diadu lho! Hal ini sepertinya berkat kecanggihan Google Camera racikan para engineer dari Google yang mampu membuat algoritma sedemikian rupa sehingga hasil fotonya terlihat lebih baik dibandingkan dengan software kamera pada pabrikan lain. Bahkan tidak sedikit pengguna Android yang menggunakan Google Camera versi modifikasi untuk dapat digunakan pada smartphone merek lain.

Tidak kalah menarik dari kamera belakang, kamera depan dari smartphone ini juga patut diacungi jempol. Menggunakan kamera bersensor 8 megapiksel dengan aperture f/2.4, secara hardware memang tidak terlalu mencolok. Namun hasil jepretan menggunakan Google Camera pada smartphone ini berkata lain.

Agar tidak penasaran, kamu bisa melihat foto-foto dari kamera belakang dan depan Google Pixel XL di bawah ini. Semua diambil menggunakan modus otomatis dengan beragam kondisi cahaya, kecuali diberi informasi khusus.

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Lens Blur.


review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Lens Blur.

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Night Sight.

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Night Sight.

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Night Sight.

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Lens Blur.

review kamera google pixel xl

review kamera google pixel xl
Foto ini menggunakan modus Lens Blur.

Penulis juga sempat merekam klip video dengan beberapa resolusi, baik menggunakan kamera belakang maupun depan. Berikut adalah hasil rekamannya.

Kamera Belakang, 1080p,60 fps


Kamera Belakang, 4K, 30 fps


Kamera Depan, 1080p, 30 fps



Baterai tanam berkapasitas 3.450 mAh menjadi jantung pada smartphone ini. Mengingat umur unitnya sudah 3 tahun, jadi penulis pun tidak berharap banyak dengan daya tahannya. Benar saja, dengan pola pemakaian ala penulis (membuka media sosial, memakai aplikasi perpesanan, bermain games sesekali, dan mendengarkan musik via Spotify), smartphone ini hanya bertahan setengah hari sebelum baterainya mencapai level kritis. Ya kamu tidak salah baca, baterai dengan status daya 100% pada jam 6 pagi, jam 12 siang sudah tersisa hanya 10% saja. Sekali lagi, penulis perlu garis bawahi bahwa kemungkinan besar baterai bawaan dari smartphone ini sudah "bocor" dan tidak optimal lagi. Untungnya, pengisian daya cepat berbasis Power Delivery mampu untuk mengisi daya baterai ini dari 10% hingga 100% dalam waktu 1 jam 15 menit saja. Jika kamu mau, kamu bisa mencoba untuk mengganti baterai tersebut dengan mengimpornya sendiri melalui Aliexpress atau eBay, dan menggantinya secara otodidak atau mencari teknisi yang mau membongkar-pasang.

review google pixel xl
Sensor yang terdapat pada Google Pixel XL.

review google pixel xl
Sisa media penyimpanan internal ketika baru dinyalakan pertama kali.

review google pixel xl

Itulah ulasan lengkap dari Google Pixel XL. Secara garis besar, smartphone ini cocok buat kamu yang menginginkan beberapa hal berikut:

  • kamera belakang dan depan yang dapat diandalkan,
  • performa di atas rata-rata smartphone kelas menengah,
  • merasakan nyamannya menggunakan Android vanilla,
  • mendapatkan update yang cepat dan terjamin.
Sedangkan buat kamu yang tidak menyukai hal-hal berikut:
  • baterai super boros,
  • performa gaming kurang konsisten karena suhu tinggi (throttling),
  • pilihan aksesoris yang terbatas,
  • statusnya sebagai barang second.

maka sebaiknya kamu tidak membeli smartphone ini.

Dengan banderol harga yang berada di kisaran 2,4 - 2,6 juta rupiah, Google Pixel XL bisa kamu jadikan pilihan sebagai smartphone kedua untuk jepret-jepret foto, merekam video, ataupun melakukan isi ulang e-money via Tokopedia dengan praktis (ya, smartphone ini memiliki NFC). Sedangkan jika kamu lebih membutuhkan daya tahan baterai yang kuat ataupun layar dengan rasio kekinian, sebaiknya kamu melirik smartphone kelas menengah lain yang bertaburan di rentang harga tersebut.

Berikut skor dari Google Pixel XL berdasarkan hasil ulasan penulis:

Desain
4
Performa
5
Kamera
5
Baterai
2.5
Harga
4
Total
4.1

Spesifikasi teknis dari Google Pixel XL dapat kamu lihat pada tabel di bawah ini.

Layar
5,5 inci dengan resolusi 1.440 x 2.560 piksel, rasio aspek 16:9, AMOLED capacitive touchscreen. Dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 4.
Ukuran (Panjang x Lebar x Tebal) dan Bobot
154,7 x 75,7 x 8,5 mm, 168 g.
Prosesor
Qualcomm Snapdragon 821 AIE dengan prosesor quad-core.
GPU
Adreno 530.
RAM
4 GB.
Internal Storage
32/128 GB.
External Storage
Tidak Tersedia
Kamera Belakang
Kamera 12,3 megapiksel Sony IMX377 dengan bukaan f/2.0, phase detection auto focus, laser auto focus, ukuran piksel 1.55 µm, lampu kilat LED ganda, electronic image stabilization.
Kamera Depan
8 megapiksel dengan bukaan f/2.4.
Konektivitas
GSM, HSDPA, 4G LTE, WiFi 802.11 a/b/g/n/ac, GPS, GLONASS, NFC, USB 3.0 Type-C 1.0.
Baterai
3.450 mAh Li-Ion.
Sistem Operasi
Android 9.0 Pie dengan antarmuka Pure Android.

Comments

  1. Mantap, review terlengkap yg pernah saya baca

    ReplyDelete
  2. Boleh minta link pembelian battery google pixel xl?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran (email, membuka dan edit dokumen) ataupun hiburan (bermain games, mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop. Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number yang berawal 505 dan 506.

Review Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG: Fokus Cepat Dengan Laser Auto Focus

Setelah sebelumnya sukses dengan meluncurkan berbagai varian menengah ke atas Asus Zenfone 2 dengan prosesor Intel, Asus mulai melebarkan sayapnya ke ranah smartphone kelas menengah. Tidak mau ketinggalan dengan kompetitornya, perusahaan asal Taiwan tersebut meluncurkan sebuah produk menarik yang diposisikan untuk mengisi ponsel di jangkauan harga 2 juta. Meskipun pesaingan cukup sengit pada level tersebut, namun Asus tetap pede dengan meluncurkan Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG.