Skip to main content

Huawei P30 Pro Dapatkan Update EMUI 10

Setelah meluncurkan roadmap terakhir beberapa waktu yang lalu, saat ini Huawei sudah meluncurkan update EMUI 10 berbasis Android 10 versi stabil untuk Huawei P30 dan P30 Pro. Update tersebut sudah tersedia melalui metode over-the-air dan sudah dapat dinikmati oleh para pengguna kedua perangkat yang berada di Tiongkok.

Kehadiran Vivo Z1 Pro dan OPPO K3 Bukti BBK Group Serius Lawan Xiaomi?

Pada hari Senin (6/8), pabrikan ponsel pintar asal Tiongkok, Vivo, secara resmi merilis Vivo Z1 Pro di pasar Indonesia. Ponsel yang hadir dengan chipset Qualcomm Snapdragon 712 dan baterai berdaya 5.000 mAh tersebut dibanderol hanya seharga Rp3.099.000 saja. Sedangkan kemarin (7/8), saudara satu grupnya OPPO secara resmi meluncurkan OPPO K3. Memiliki banderol harga istimewa khusus penjualan daring di Lazada Indonesia, yakni Rp3.599.000, ponsel ini diperkuat oleh chipset Qualcomm Snapdragon 710 serta memiliki kamera depan dengan mekanisme pop up.

vivo indonesia
Gambar dari vivo.com/id.

Jika dilihat lebih mendalam, sebenarnya peluncuran kedua ponsel pintar tersebut cukup mengejutkan. Kenapa? Sebab sudah menjadi rahasia umum jika kedua merek yang berada di bawah naungan BBK Group itu seringkali meluncurkan ponsel yang tidak menonjolkan spesifikasi teknis namun sarat dengan fitur yang cenderung memikat konsumen perempuan. Contohnya, kamera depan yang memiliki resolusi tinggi dengan beragam filter yang dapat membuat wajah penggunanya menjadi lebih mulus ataupun desain yang stylish dan menawan. Tidak hanya itu, banderol harganya pun biasanya berada di kisaran 4 jutaan. Lalu mengapa tiba-tiba di penghujung kuartal ketiga tahun 2019 ini keduanya meluncurkan ponsel pintar yang memiliki spesifikasi teknis menarik dengan harga yang cukup terjangkau?

Penulis berpendapat sepertinya Vivo Z1 Pro maupun OPPO K3 menjadi sebuah bukti dari BBK Group bahwa mereka mulai serius untuk melawan kedigdayaan Xiaomi di pasar menengah bawah. Seperti yang kita tahu, menggunakan bendera Redmi, khususnya Redmi dan Redmi Note, perusahaan yang didirikan oleh Lei Jun tersebut menyapu bersih pasar ponsel pintar Indonesia di kelas harga 3 juta ke bawah. Kelas ini merupakan kelas yang cukup sadis dan berdarah-darah. Beberapa produsen yang masuk di kelas ini tidak sedikit yang babak belur. Contohnya adalah Meizu dan Honor. Kedua merek ini sebenarnya memiliki potensi dengan produk mereka yang cukup menarik. Hanya saja pemasaran yang kurang bergaung dan tidak memiliki komunitas yang kuat seperti Mi Fans membuat kedua merek ini kehilangan taringnya setelah memasuki kuartal kedua 2019.

oppo indonesia
Gambar dari oppo.com/id.

BBK Group sendiri sebenarnya sudah mulai menyerang Xiaomi terlebih dahulu dengan membawa sub-brand dari OPPO, yakni Realme, secara resmi ke Indonesia. Cukup sukses dengan Realme 2 dan Realme 2 Pro di 2018, di tahun ini mereka pun kembali meramaikan pasar dengan Realme 3, Realme 3 Pro, yang terbaru menjadi flagship mereka adalah Realme X. Ketiga ponsel yang bermain di rentang harga 2 - 4 juta ini sekilas terlihat sukses menghadang kompetitor senegaranya yang mengandalkan Redmi 7 dan Redmi Note 7. Seakan tidak puas dengan hasil yang diperoleh oleh Realme, grup yang juga memiliki merek OnePlus ini menambah amunisi dengan Vivo Z1 Pro dan OPPO K3 untuk mengepung Xiaomi.

Seperti yang sudah penulis sebutkan di paragraf kedua, pendekatan yang dilakukan oleh Vivo Z1 Pro dan OPPO K3 sangat berbeda dengan pendekatan mereka sebelumnya. Kedua ponsel tersebut kini mulai menonjolkan spesifikasi teknis, seperti chipset kencang, konfigurasi RAM dan ruang penyimpanan yang besar, kamera yang dapat diandalkan untuk segala kondisi, serta baterai berdaya besar dengan teknologi pengisian daya cepat. Dari pendekatan tersebut, sudah terlihat bahwa baik Vivo maupun OPPO mengincar konsumen laki-laki di kelas menengah, dengan usia 17 - 35 tahun, memiliki hobi bermain mobile game, serta menyukai fotografi. Konsumen inilah yang biasanya menjadi sasaran Xiaomi dalam memasarkan produknya.

realme indonesia
Gambar dari realme.com/id.

Lalu apakah Vivo Z1 Pro dan OPPO K3 bisa merebut hati para konsumen setia Xiaomi? Melihat dari amunisi yang dibawa keduanya, seharusnya sih bisa. Namun mungkin ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, baik oleh Vivo maupun OPPO. Pengguna Xiaomi rata-rata selain menyukai spesifikasi teknis yang tinggi, juga menyukai sistem operasi maupun antarmuka yang oprekable, alias mudah untuk dimodifikasi. Baik Funtouch (Vivo) maupun ColorOS (OPPO) penulis rasa masih cukup berat untuk melawan MIUI milik Xiaomi yang sangat digemari oleh para Mi Fans. Saran penulis, sebaiknya Vivo dan OPPO mulai mendesain ulang antarmuka milik mereka menjadi lebih sederhana namun fungsional. Salah satu contoh bagus adalah Samsung, yang saat ini telah membawa sebuah magis dengan One UI-nya yang begitu menawan.

Nampaknya kuartal keempat 2019 mendatang akan menjadi sangat menarik untuk pasar ponsel pintar di Indonesia. Jika Vivo dan OPPO konsisten untuk bermain di pasar kelas menengah dengan amunisi seperti Vivo Z1 Pro dan OPPO K3, bukan tidak mungkin di akhir tahun ini keduanya dapat merebut tahta Xiaomi sebagai ponsel idaman rakyat kerehore. Dan jangan lupa, keduanya juga masih memiliki tantangan berat dari sang penguasa pasar nasional yang berasal dari Korea Selatan, Samsung, yang juga tidak ketinggalan menggempur pasar di bawah 4 juta dengan seri A dan M yang belakangan ini juga ramai dibicarakan. Dengan persaingan yang semakin ketat ini, semoga saja kita sebagai konsumen akan diuntungkan beragam pilihan ponsel pintar menarik dengan banderol harga yang ramah di kantong.

Comments

Popular posts from this blog

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran (email, membuka dan edit dokumen) ataupun hiburan (bermain games, mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop. Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number yang berawal 505 dan 506.

Review Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG: Fokus Cepat Dengan Laser Auto Focus

Setelah sebelumnya sukses dengan meluncurkan berbagai varian menengah ke atas Asus Zenfone 2 dengan prosesor Intel, Asus mulai melebarkan sayapnya ke ranah smartphone kelas menengah. Tidak mau ketinggalan dengan kompetitornya, perusahaan asal Taiwan tersebut meluncurkan sebuah produk menarik yang diposisikan untuk mengisi ponsel di jangkauan harga 2 juta. Meskipun pesaingan cukup sengit pada level tersebut, namun Asus tetap pede dengan meluncurkan Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG.