Huawei Mate Xs Resmi Diperkenalkan di Indonesia

Pada Selasa (25/2) kemarin, Huawei Consumer Business Group yang menjadi perwakilan Huawei di Indonesia untuk unit bisnis ponsel pintar memperkenalkan ponsel pintar lipat terbaru mereka, yakni Huawei Mate Xs. Perangkat ini merupakan evolusi dari pendahulunya, yakni Mate X. Membawa spesifikasi terkini, seperti layar OLED lipat dengan konektivitas 5G, sepertinya perkenalan ini menunjukkan bahwa perusahaan asal Tiongkok tersebut belum mau menyerah di pasar ponsel tanah air yang sangat kompetitif.

huawei mate series
Gambar dari akun Instagram @huaweimobileid.

Sebagai penerus dari Mate X series, Mate Xs membawa sejumlah pembaruan pada sisi spesifikasi teknis. Jika Mate X berbasis Mate 20 Pro, maka Mate Xs sudah berbasis Mate 30 Pro. Ponsel pintar yang dapat dilipat ini diperkuat oleh chipset HiSilicon Kirin 990 yang diproduksi dengan manufaktur 7 nm+. Satu hal yang menarik, 990 yang dibawa oleh Mate Xs ini sudah mendukung konektivitas 5G. Untuk sektor kartu grafis, ponsel ini masih mengandalkan GPU Mali-G76 MP16 yang juga hadir pada Mate 30 Pro.

Jika melihat sekilas dari spesifikasi layar yang dimiliki oleh ponsel ini, sepertinya masih sama dengan apa yang dihadirkan oleh Huawei pada pendahulunya. Sama-sama menggunakan layar seluas 8 inci untuk keseluruhan dengan resolusi 2.200 x 2.480 piksel. Ketika dilipat, layar tersebut akan "disulap" menjadi sebuah layar seluas 6,6 inci dengan resolusi 1.148 x 2.480 piksel. Untuk konfigurasi kameranya sendiri, ponsel ini juga masih menghadirkan kamera yang sudah terlebih dahulu dapat dijumpai pada Mate 30 Pro. Kamera tersebut terdiri dari kamera utama 40 megapiksel dengan bukaan f/1.8, kamera sekunder (telephoto) 8 megapiksel dengan bukaan f/2.4, serta kamera tersier (ultra wide) 16 megapiksel dengan bukaan f/2.2. Tidak terdapat kamera depan atau selfie pada ponsel ini, karena pengguna dapat menggunakan kamera belakangnya untuk melakukan swafoto.

Sama seperti Mate 30 Pro, Mate Xs dengan terpaksa hadir tanpa layanan aplikasi Google. Ya, pengguna tidak bisa menggunakan sederet aplikasi Google seperti ponsel Android lain pada umumnya seperti Play Store, Play Games, Google Maps, dan aplikasi Google lainnya lantaran perusahaan berlogo bunga teratai berwarna merah ini masih mendapatkan larangan dari Amerika Serikat untuk menggunakannya. Namun tenang saja, Huawei sudah mempersiapkan HMS (Huawei Mobile Service) Core untuk menggantikan GMS (Google Mobile Service) Core dengan menghadirkan sederet aplikasi racikan mereka sendiri. Salah satunya adalah dengan menghadirkan pasar aplikasi bernama AppGallery. Pengguna dapat mencari dan mengunduh aplikasi yang ingin digunakan melalui pasar aplikasi tersebut. Penulis sendiri tidak tahu soal kelengkapan aplikasinya, namun sepertinya beberapa aplikasi populer sudah tersedia untuk diunduh dari pasar aplikasi itu.

Sayangnya, hingga artikel ini diunggah penulis juga belum mendapatkan tanggal ketersediaan ritel dan berapa harga resmi yang dibanderol untuk ponsel kelas flagship ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Review Google Pixel XL: Masih Oke Buat 2019?

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!