iPhone SE (2020): Strategi Apple untuk Menarik Pengguna Android?

Apple belum lama ini meluncurkan sebuah perangkat yang sudah ditunggu oleh para penggemar gadget di seluruh dunia. Perangkat yang bernama iPhone SE (2020) tersebut cukup menggemparkan dunia ponsel pintar, sebab perusahaan asal Cupertino yang biasanya mengeluarkan sebuah produk premium dengan banderol harga tinggi, tiba-tiba memunculkan sebuah produk yang masih tetap premium namun dengan banderol harga yang lebih terjangkau. Apakah iPhone SE ini adalah sebuah strategi Apple untuk menarik pengguna Android yang sebagian besar gemar mengincar perangkat dengan spesifikasi tinggi namun dengan banderol harga miring?

Gambar dari situs Apple Singapura.

Sesuai dengan tagline yang mereka gunakan, yakni "Lots to Love. Less to Spend", menandakan bahwa produk spesial ini membawa sejumlah fitur premium yang sebelumnya sudah hadir di iPhone kelas atas, seperti iPhone 11 series, namun dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Di Singapura, iPhone SE dibanderol mulai dari SGD649 atau setara 7,1 juta rupiah untuk varian terendah dengan media penyimpanan internal 64 GB. Jika menginginkan varian lainnya dengan internal yang lebih luas, kamu cukup menambah lebih kurang 1-2 juta saja. Hal ini menjadikan iPhone SE varian tertinggi dengan internal 256 GB bisa kamu bawa pulang hanya dengan merogoh kocek 9 juta rupiah saja (di Singapura).

Memang apa saja sih yang ditawarkan oleh iPhone SE sehingga Apple berani menggunakan tagline tersebut. Jika dilihat sekilas, penampilan dari iPhone terbaru ini memang tidak semenarik ponsel Android saat ini pada umumnya. Ukuran dan bentuknya sama persis dengan iPhone generasi ke-7 dan 8, dengan layar rasio 16:9 serta bezel yang cukup tebal di tiap sisinya. Namun jika melihat dari spesifikasi teknis yang dibawa oleh perangkat ini, penulis jamin kamu pasti sangat tergoda! iPhone SE diperkuat oleh chipset A13 Bionic, yakni chipset yang juga digunakan oleh iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max. Ya, chipset yang saat ini bisa dibilang chipset perangkat ponsel paling kencang ini bisa kamu nikmati di sebuah ponsel dengan banderol harga terjangkau. Bahkan chipset ini setara dengan Qualcomm Snapdragon 865 yang saat ini hadir di Android kasta paling atas, seperti Oppo Find X2 Pro yang dibanderol 17 jutaan. Dengan menggunakan chipset tersebut, bisa dibilang iPhone SE bisa menawarkan performa setara dengan ponsel kelas atas. Apalagi dibarengi dengan optimalisasi iOS yang terkenal sangat baik, pastinya segala aktivitasmu bisa diakomodir dengan baik di ponsel ini.

Tidak hanya di sektor dapur pacu saja, iPhone SE juga menawarkan keunggulan lebih di sektor kamera. Jika dijejerkan dengan ponsel Android di kelas harga yang sama, mungkin ponsel ini tidak terlihat menarik, sebab hanya membawa sebuah kamera belakang dan sebuah kamera depan saja. Namun ponsel ini tidak menggunakan sembarang kamera lho, sebab modul kameranya sama dengan modul kamera utama yang bisa kita temukan di iPhone 11 series. Tidak hanya itu, beragam teknologi yang ditawarkan oleh Apple pada iPhone 11 juga bisa dinikmati di ponsel ini berkat penggunaan chipset A13 Bionic. Misalnya, Potrait Mode untuk menghasilkan latar belakang blur yang sempurna, Depth Control yang bisa mengatur efek blur pada latar belakang, baik saat sedang ingin memotret ataupun setelah memotret, serta Potrait Lightning membuatmu dapat memilih enam efek cahaya dengan kualitas setara cahaya studio.


Keunggulan kamera yang dibawa tidak sampai di situ saja, gadgeteers. Teknologi Smart HDR yang menjadi saingan utama dari teknologi HDR+ Enhanced pada Google Camera juga hadir di iPhone SE. Hal ini tentunya bisa membuat hasil jepretanmu menjadi lebih optimal. Satu hal lain yang bisa ditemui pada kamera ponsel ini adalah mode perekaman resolusi 4K, tentunya dengan kualitas rekaman video standar iPhone, yang banyak orang bilang lebih baik dibandingkan dengan rekaman video pada ponsel Android pada umumnya. Jika kamu memang menginginkan sebuah ponsel yang memiliki kemampuan kamera bagus, iPhone SE ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Ada dua hal lain yang tidak kalah menarik selain chipset dan kamera yang bisa ditemui pada iPhone SE ini. Pertama adalah ponsel ini mampu diajak "basah-basahan", sebab sudah dilengkapi dengan serifikasi IP67. Hal ini membuatnya tahan air dengan maksimum kedalaman 1 meter selama 30 menit. Tentunya kalau dibawa kehujanan sebentar ataupun terkena debu, pasti aman. Hal lainnya yang menjadikan ponsel ini menarik adalah daya tahan baterai. Memang sih secara teknis, ponsel ini hanya dibekali dengan baterai berdaya 1.821 mAh. Namun dikarenakan manajemen daya yang sangat baik pada iOS, baterai tersebut mampu menandingi baterai berdaya 4.000 mAh yang lazim ditemui pada ponsel Android. Ponsel ini juga dilengkapi dengan modus pengisian daya cepat 18W dan mendukung pengisian daya secara nirkabel.

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi untuk Tingkatkan Produktivitasmu saat Kerja dari Rumah

Bagaimana gadgeteers, apakah dengan segudang keunggulan yang dibawa oleh Apple pada iPhone SE (2020) membuatmu terpikat untuk membawanya pulang ke rumah? Jika banderol harga resmi di Indonesia nantinya sama atau tidak jauh berbeda dengan banderol resmi di Singapura, penulis rasa ponsel ini akan sangat layak untuk dipinang dan bukan tidak mungkin akan merusak pasar ponsel pintar di kelas 8-10 juta rupiah. Bahkan ponsel dengan banderol harga di atasnya, misal Samsung Galaxy S20 dan S20+, bisa terusik dengan kehadiran iPhone terbaru ini.

Melihat dari strategi Apple tersebut, memang sangat terlihat jika perusahaan Amerika Serikat ini sedang mengincar para pengguna Android yang sangat sensitif terhadap rasio performa-harga. Jika strategi mereka ini berhasil, mungkin iPhone 11 series yang memiliki banderol harga dua kali lebih mahal akan terpengaruh penjualannya yang mengakibatkan pendapatan mereka turun untuk jangka waktu pendek. Namun Apple bukanlah perusahaan yang melihat dari satu sisi saja, mereka memiliki pandangan lain soal mengeruk keuntungan. Jika akuisisi pengguna Android melalui iPhone SE ini berhasil, maka ekosistem yang mereka bangun tentunya mau tidak mau akan digunakan oleh para mantan pengguna Android tersebut. Semakin banyak penggunanya yang berpindah, akan semakin banyak pula keuntungan yang didapat oleh Apple dari ekosistem yang mereka kembangkan tersebut secara jangka waktu yang lebih panjang.

Gambar dari situs resmi Apple Singapura.

Memang masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal tersebut, karena kita harus menunggu hasil ulasannya dari para tech reviewer lokal yang kemungkinan besar akan mengulas ponsel ini jika sudah beredar secara resmi. Namun tidak ada salahnya untuk kamu menabung dari sekarang ataupun mempersiapkan kartu kredit dengan limit yang cukup agar bisa memboyong ponsel ini ketika nanti hadir secara resmi di tanah air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Review Google Pixel XL: Masih Oke Buat 2019?