Review HP EliteBook 735 G6: Laptop Bisnis Elegan yang Tipis dan Ringkas

Setelah meramaikan pasar gaming laptop dengan meluncurkan seri Pavillion Gaming dan Omen, HP saat ini mulai merambah pasar kelas bisnis. Di Indonesia sendiri, perusahaan laptop asal Amerika Serikat ini memiliki tiga lini utama untuk menarik hati para profesional, yakni ProBook yang memadukan antara gaya dan kecanggihan, EliteBook yang diklaim sebagai laptop bisnis teraman dan mudah untuk dikelola, serta zBook yang memiliki ketebalan yang sangat tipis namun tetap memiliki performa yang dapat diandalkan. Dari ketiga lini tersebut, kali ini penulis mendapatkan kesempatan untuk menyicipi EliteBook. Seperti apakah laptop bisnis teraman yang dimiliki oleh HP ini?

review hp elitebook 735 g6

Sebelum membicarakannya lebih lanjut, tipe yang penulis review kali ini adalah HP EliteBook 735 G6 berbasis AMD Ryzen 3000 series. Ya, mungkin kalian lebih mengenali laptop bisnis yang mayoritas menggunakan prosesor Intel. Padahal, AMD sendiri memiliki lini prosesor yang dikhususkan untuk kelas profesional bernama Ryzen Pro series. Prosesor inilah yang menjadi dapur pacu dari EliteBook 753 G6 yang penulis uji. Selama lebih kurang dua pekan, penulis menggunakan laptop ini untuk mengerjakan pekerjaan kantor maupun urusan pribadi. Seperti apakah rasanya bekerja bersama perangkat yang terlihat elegan, tipis, dan ringkas ini?

HP EliteBook 735 G6 membawa garis desain sederhana nan minimalis. Hadir dengan desain klasik modern, laptop ini terlihat sangat elegan dan mewah. Bodi dari laptop ini terbuat dari aluminium, sehingga membuatnya terasa kokoh namun tetap ringan. Hal ini tercermin dari dimensi yang ringkas, yakni (panjang x lebar x tebal) 31 x 23 x 1,8 cm dan bobot sekitar 1,4 kg. Menenteng laptop ini dengan satu tangan bukanlah hal sulit, apalagi jika harus membawanya di dalam tas seharian penuh. Pastinya gak bakalan berasa berat, gadgeteers.

review hp elitebook 735 g6

review hp elitebook 735 g6

Di sektor layar, laptop ini memiliki layar seluas 13,3 inci yang terlihat cukup luas. Layar berjenis panel IPS tersebut memiliki resolusi 1.920 x 1.080 piksel dan memiliki fitur anti glare, sehingga pantulan cahaya yang sangat minim terlihat memantul pada layar ini. Bezel di sekeliling layar ini juga sudah cukup tipis pada sisi kiri dan kanan, meskipun masih agak tebal di sisi atas dan bawah. Di atas layar, terdapat sebuah webcam dengan resolusi 720p yang bisa ditutup ketika sedang tidak digunakan.

Sudah menjadi sebuah keharusan bagi laptop bisnis untuk memiliki papan ketik atau keyboard yang mumpuni. HP EliteBook 735 G6 memiliki keyboard berdesain chiclet layaknya laptop masa kini. Tidak hanya itu, diantara tuts G, H, dan B terdapat sebuah track point yang bisa kamu manfaatkan untuk bernavigasi cepat ketika mengetik. Penulis sendiri setelah memakainya dalam beberapa waktu merasa keyboard yang dimiliki oleh laptop ini cukup nyaman untuik digunakan Jarak antar tuts juga terasa pas, tidak terlalu dempet ataupun renggang. Apalagi keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit berwarna putih, sehingga penulis dengan mudah bisa mengetik di dalam ruangan yang gelap ketika diperlukan. Di bawah keyboard tersebut, terdapat sebuah touch pad yang terletak tepat sejajar dengan tuts space bar. Touch pad tersebut dilengkapi dengan dua buah tombol fisik untuk memudahkan kita melakukan klik kanan ataupun kiri.

sisi depan hp elitebook 735 g6

keyboard hp elitebook 735 g6

keyboard hp elitebook 735 g6

Untuk konektivitas, laptop ini memiliki port yang cukup minimalis namun terasa cukup untuk mengakomodir berbagai kebutuhan. Di sisi kanan terdapat sebuah charger port, audio jack 3,5 mm, sebuah USB Type-A 3.1, sebuah USB Type-C, HDMI, serta LAN port. Sedangkan di sisi kiri, kamu hanya akan menemukan sebuah USB Type-A 3.1. Sebenarnya jika dilihat, terdapat dua buah slot tambahan yang seharusnya dapat digunakan untuk sebuah smart card reader dan SIM card. Namun untuk unit yang digunakan oleh penulis, kedua slot tersebut tidak dapat digunakan karena tertutup. Dikarenakan tidak adanya card reader, maka kamu harus menggunakan card reader eksternal jika ingin membuka ataupun menyalin data dari kartu memori eksternal seperti SD atau microSD. Dan layaknya laptop tipis zaman sekarang, kamu tidak akan menemukan optical drive pada laptop ini.

port yang tersedia di hp elitebook 735 g6

port yang tersedia di hp elitebook 735 g6

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, HP EliteBook 735 G6 yang diuji oleh penulis diperkuat dengan dapur pacu racikan AMD, lebih tepatnya, AMD Ryzen 7 Pro Mobile 3700U. Prosesor ini terdiri dari empat inti dan delapan threads. Dipadukan dengan RAM sebesar 8 GB DDR4 berkonfigurasi single channel. Tersedia satu slot RAM tambahan lainnya jika kamu ingin menambah satu keping 8 GB DDR4 lainnya. Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, bahwasannya platform berbasis AMD akan berjalan lebih optimal jika menggunakan konfigurasi RAM dual channel. Namun tenang saja, jika kamu tidak ingin menambah RAM pun, performa yang ditawarkan oleh EliteBook ini sudah cukup gegas dan memadai. Selama dua minggu penulis menggunakan laptop ini untuk bekerja menggunakan beragam aplikasi pengolah dokumen, berselancar di internet, melakukan panggilan video, hingga bermain game kasual, laptop ini sudah mampu menjalankan semuanya dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

prosesor hp elitebook 735 g6

chip grafis hp elitebook 735 g6

Cinebench R20 (All Threads)
Run 1Run 2Run 3Run 4Run 5Run 6Run 7Run 8Run 9Run 10
1256111011681127114511681141114411861150

3DMark Fire Strike (Graphics Score)
Run 1Run 2Run 3Run 4Run 5Run 6Run 7Run 8Run 9Run 10
1909190619061913190619011905190519141911

Menggunakan platform AMD Ryzen 3000 series, laptop ini sudah memiliki chip grafis terintegrasi AMD Radeon Vega 10. Performanya bisa dibilang cukup memadai untuk sekadar bermain esports game secara kasual untuk melepas kepenatan ketika bekerja.

GameMin FPSMax FPSAvg FPS
DOTA 2 (720P, Fastest, DX11)5410979
Counter Strike: Global Offensive (720P, All Low, AA Off)2513645

Masuk ke sektor audio, laptop ini memiliki speaker berkonfigurasi stereo menggunakan rancangan Bang & Olufsen. Meskipun dirancang oleh produsen audio kenamaan, penulis tidak menemukan hal istimewa dari speaker laptop ini. Keluaran suaranya bisa dibilang cukup lantang dan flat. Tentunya sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhanmu sebagai profesional. Apalagi mungkin kamu akan lebih sering untuk menggunakan headset ketika menggunakan laptop ini di kantor ataupun tempat umum lain seperti kafe dan co-working space.

Seperti biasa, suhu menjadi salah satu pertimbangan ketika kita akan membeli laptop. Bagaimana dengan suhu pada HP EliteBook 735 G6 ini? Penulis mengujinya dengan menjalankan perangkat lunak synthetic benchmark Cinebench R20 sebanyak 10 kali untuk suhu prosesor dan 3DMark Fire Strike untuk suhu kartu grafis. Hasilnya, dalam keadaan idle atau menganggur, laptop ini memiliki suhu prosesor di kisaran 44-45 derajat celcius, sedangkan kartu grafisnya di kisaran 49-50 derajat celcius. Ketika sudah digunakan dalam keadaan load atau bekerja penuh, suhu prosesornya meningkat hingga maksimal 80 derajat celcius, sedangkan kartu grafisnya juga naik ke angka maksimal yang sama yakni 80 derajat celcius. Suhu tersebut bisa dibilang cukup baik, mengingat laptop ini berdimensi ringan dan tipis sehingga cukup sulit untuk memasang sistem airflow yang lebih rumit.

Suhu HP Elitebook 735 G6IdleLoad
CPU44-4579-80
GPU49-5079-80

Untuk daya tahan baterainya sendiri, penulis mengujinya dengan menggunakan laptop ini untuk bekerja. Diatur ke pengaturan power Better Performance, dengan pemakaian browsing internet, mendengarkan lagu dari Spotify, serta mengolah dokumen menggunakan Microsoft Office, penulis mendapatkan waktu pemakaian hingga sekitar 6 jam 25 menit. Sedangkan jika digunakan untuk bermain game, setelah bermain DOTA 2 selama lebih kurang satu jam penulis mendapatkan penurunan daya baterai dari 100% menjadi 30%. Bisa dibilang, daya tahan baterainya terbilang cukup baik. Jika hanya untuk pekerjaan ringan yang mungkin kamu kerjakan sembari minum kopi di kafe, kamu tidak perlu khawatir kehabisan daya untuk pergi tanpa membawa charger. Meskipun sebaiknya kamu tetap membawa charger jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

HP EliteBook 735 G6 merupakan salah satu laptop bisnis kelas atas yang dapat kamu pertimbangkan untuk dibeli saat ini. Hadir dengan spesifikasi yang sangat mumpuni di kelasnya, laptop ini sanggup digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan profesionalmu. Keyboard yang cukup enak untuk digunakan dan tersedianya track point menambah kenyamanan saat mengolah dokumen kerjaan sehari-hari. Apalagi bobotnya ringan dan ukurannya yang sangat ringkas, sehingga sangat mudah untuk dibawa ke mana saja.

hp elitebook 735 g6

Namun tidak ada gading yang tak retak, termasuk laptop ini. Menurut penulis, kekurangan dari laptop ini adalah absennya slot kartu memori SD/microSD, di mana slot tersebut sebenarnya tersedia namun entah mengapa tertutup dan tidak bisa diakses. Hal lainnya yang menurut penulis juga mungkin bisa mempengaruhi keputusanmu untuk membeli adalah banderol harganya yang cukup tinggi. Pada saat review ini dibuat, HP EliteBook 735 G6 memiliki banderol resmi seharga Rp16.899.000. Padahal, para pesaingnya yang memiliki spesifikasi serupa dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Spesifikasi teknis dari HP EliteBook 735 G6 bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini.



Prosesor

AMD Ryzen 7 Pro Mobile 3700U.


GPU

AMD Radeon Vega 10 Mobile Graphics.


Memory RAM

8 GB DDR4 single-channel.
Tersedia satu slot SODIMM untuk menambah satu keping lagi.


Storage

512 GB NVMe M.2 SSD.


Layar

13,3 inci IPS dengan resolusi 1.920 x 1.080 Full HD.


Sistem Operasi

Windows 10 Pro.


Optical Drive

Tidak tersedia.


Konektivitas

1 x COMBO audio jack
2 x USB Type-A 3.1 Gen 1
1 x USB Type-C
1 x LAN port (RJ-45)
1 x HDMI 2.0

Intel 9260 Wireless 802.11a/b/g/n/ac (2x2)
Bluetooth 5.0


Dimensi (Panjang x Lebar x Tebal)


31 x 23 x 1,8 cm.


Bobot

Sekitar 1,3 kg dengan baterai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Review Google Pixel XL: Masih Oke Buat 2019?