Review ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV: Apa Rasanya Bekerja Pakai Laptop Milik Content Creator?

Pada Desember 2019 yang lalu, ASUS meluncurkan jajaran laptop baru yang penuh dengan unsur inovasi. Melalui pagelaran bertajuk "The Laptop of Tomorrow", merek kenamaan asal Taiwan ini menghadirkan dua fitur unggulan yang belum pernah ada di laptop lainnya: ScreenPad Plus dan ScreenPad 2.0, yaitu teknologi layar kedua yang dimiliki ASUS untuk meningkatkan produktivitas penggunanya. Setelah lebih kurang enam bulan setelah peluncuran resminya, penulis mendapat kesempatan untuk mencoba ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV. Seperti apa rasanya bekerja pakai laptop milik content creator?

review asus zenbook pro duo ux581gv

Sebagai informasi saja, penulis sendiri bukanlah content creator. Ya memang jika mengambil arti harafiahnya, penulis yang memiliki hobi sebagai blogger ini juga bisa disebut dengan content creator. Namun jika melirik definisi yang ingin diusung oleh ASUS pada ZenBook Pro Duo UX581GV, nampaknya sebutan content creator akan lebih merujuk pada individu yang sehari-harinya bekerja untuk membuat konten gambar, baik itu gambar statis ataupun bergerak (video).

Fisik

Jika melihat sekilas fisik dari ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV dari luar, mungkin kamu akan melihat sebuah laptop dengan desain yang mirip-mirip dengan laptop ASUS lainnya. Hal ini bisa dimaklumi, sebab tampilan luar dari laptop ini memang terkesan generik dan biasa saja. Namun ketika kamu membuka layar dari laptop ini, barulah terlihat sebuah perangkat premium dengan dua buah layar serta posisi touch pad yang unik. 

Hal yang paling mencolok dari laptop ini sudah pasti adalah layar keduanya. ASUS menamai layar tersebut dengan sebutan ScreenPad Plus. Layar ini memiliki diagonal lebih kurang 14 inci, sedikit lebih kecil dibanding layar utama yang memiliki diagonal 15,6 inci. Sama seperti layar utama, ScreenPad Plus ini memiliki resolusi 4K dan juga dibekali dengan teknologi layar sentuh. Jika tidak ingin digunakan, kamu juga mematikan layar ini secara terpisah dari layar utama.

asus screenpad plus

Mungkin kalian akan bertanya-tanya, apa sih gunanya layar kedua ini? ScreenPad Plus yang terdapat pada ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV bisa dibilang multifungsi. Buat penulis pribadi yang dalam pekerjaan sehari-harinya berkutat dengan banyak dokumen tulisan, layar kedua ini bisa dipakai untuk menampilkan dokumen-dokumen pendukung ketika layar utama menampilkan dokumen yang sedang penulis kerjakan. Rasanya nyaman sekali, sebab penulis tidak perlu lagi gonta-ganti tab ataupun mengecilkan layar aplikasi pengolah dokumen untuk bisa melihat dokumen pendukung. Intinya, layar kedua ini memang diposisikan oleh ASUS sebagai penunjang produktivitas pengguna agar lebih leluasa dalam beraktivitas menggunakan laptop ini.

ASUS juga menyediakan sebuah aplikasi bernama ScreenXpert pada laptop ini. Aplikasi ScreenXpert bisa membuat ScreenPad Plus pada laptop ini memiliki fungsi lebih. Salah satunya ada fungsi handwriting, di mana kamu bisa menulis tangan menggunakan stylus yang tersedia dan menempatkan tulisan tersebut di aplikasi pengolah dokumen. Selain itu, kamu juga bisa menjalankan fungsi quick key, di mana ada beberapa perintah yang sering kita gunakan sehari-hari seperti copy, paste, cut, undo, hingga search. Fungsi lainnya yang menurut penulis cukup berguna adalah number key, di mana layar ini akan menampilkan tombol angka seperti layaknya tuts numpad yang tersedia pada keyboard berukuran full size. Sekadar informasi, number key tersebut juga bisa kamu tampilkan pada touch pad dengan fitur Number Pad.

Ngomong-ngomong soal touch pad, penulis cukup menyukai touch pad yang ada di ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV ini. Ukurannya cukup luas sehingga sangat leluasa dan nyaman ketika digunakan. Touch pad pada laptop ini juga sudah mendukung Microsoft Precision Touch Pad, sehingga akurasi pergerakan kursor akan jauh lebih baik. Namun penulis sendiri lebih sering mengggunakan mouse terpisah dan memfungsikan touch pad tersebut menjadi Number Pad. Sedangkan untuk keyboard-nya sendiri, laptop ini memiliki tuts yang cukup nyaman dipakai mengetik. Meskipun menurut penulis belum termasuk kategori terbaik, namun kenyamananya lebih oke jika dibandingkan dengan keyboard pada laptop lain secara umum. Apalagi ASUS menyertakan fitur ErgoLift, di mana posisi keyboard akan sedikit miring ke atas sehingga bisa memberikan kenyamanan lebih.

touch pad laptop asus

keyboard laptop asus

Soal konektivitas fisik, laptop ini memiliki kelengkapan port yang cukup memadai. Di sisi kiri, kamu bisa menemukan sebuah power port untuk mengecas baterai laptop ini, sebuah HDMI 2.0, serta sebuah USB 3.1 Gen 2. Beralih ke sisi kiri, tedapat sebuah port Thunderbolt 3 USB-C, sebuah audio jack 3,5 mm, serta sebuah USB 3.1 Gen 2. Sayangnya, slot pembaca kartu memori absen di laptop ini. Sehingga jika kamu membutuhkannya, kamu harus membeli pembaca kartu memori eksternal yang bisa dicolok via USB 3.1 yang tersedia.

port asus zenbook pro duo ux581gv

port asus zenbook pro duo ux581gv


Performa

ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV yang dipakai oleh penulis ini merupakan varian kedua tertinggi. Diperkuat oleh prosesor Intel Core i7 9750H yang memiliki enam inti dengan kecepatan 2,6 GHz serta Turbo Boost hingga 4,5 GHz, laptop ini siap untuk dipakai untuk melakukan segala pekerjaan. Apalagi RAM sebesar 32 GB DDR4 berkonfigurasi dual channel sudah tertanam di dalamnya, menjadikan performanya akan semakin lancar, terutama untuk urusan multitasking. Penulis sendiri menggunakan laptop ini mayoritas untuk mengerjakan dokumen kantor yang terdiri dari beberapa dokumen dibuka menggunakan Microsoft Office, serta dokumen daring lainnya yang penulis akses melalui Google Suite menggunakan peramban Google Chrome. Membuka beberapa dokumen, beberapa tab peramban, membuka aplikasi perpesanan WhatsApp dan Telegram, video conference pakai Zoom atau Microsoft Teams, serta sembari mendengarkan musik via Spotify, semua dapat penulis lakukan dengan lancar secara bersamaan.

Jika penulis sedang penat bekerja, bermain game akan menjadi salah satu aktivitas menyenangkan yang tentunya dapat dilakukan memakai laptop ini. Meskipun laptop ini bukan masuk ke kategori gaming laptop, namun berkat chip grafis yang digunakan bisa dibilang sangat memadai untuk ukuran laptop, yakni Nvidia RTX 2060 dengan 6GB GDDR6 VRAM, maka tentunya menjalankan game apapun bukan jadi masalah.

Berikut adalah hasil uji performa yang penulis lakukan pada beberapa game ternama.

GameMin FPSMax FPSAvg FPS
Company of Heroes
(1.920 x 1.080, Maximum Graphics, AA 8x)
386159
Company of Heroes 2
(1.920 x 1.080, Maximum Graphics, AA 8x)
3710353
Grand Theft Auto V
(1.920 x 1.080, Maximum Graphics, AA 2x)
46270106
DOTA 2
(1.920 x 1.080, All High, DX11)
409479
Counter Strike: Global Offensive
(1.920 x 1.080, All High, AA On)
42300133

Mohon maaf, dikarenakan kesalahan teknis, penulis kali ini tidak bisa menampilkan hasil uji dari aplikasi benchmark Cinebench R20 dan 3DMark.

Audio

ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV memiliki speaker berkonfigurasi stereo menggunakan rancangan Harman Kardon. Meskipun dirancang oleh produsen audio kenamaan, sayangnya penulis tidak menemukan hal istimewa dari speaker laptop ini. Keluaran suaranya bisa dibilang agak kecil dan terdengar flat. Penulis menyarankan sih sebaiknya kamu menggunakan headphone saja jika ingin menikmati konten ataupun bermain game menggunakan laptop ini. Alternatif lainnya, kamu juga bisa menyambungkan laptop ini dengan speaker tambahan melalui audio jack 3,5 mm ataupun Bluetooth seperti yang penulis lakukan sehari-hari.

speaker laptop asus


Suhu

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan ketika kita akan membeli sebuah laptop adalah suhu. Bagaimana dengan suhu pada ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV ini? Penulis mengujinya dengan menjalankan perangkat lunak synthetic benchmark Cinebench R20 sebanyak 10 kali untuk suhu prosesor dan 3DMark Fire Strike untuk suhu kartu grafis dan mengukurnya menggunakan perangkat lunak Core Temp. Hasilnya, dalam keadaan idle atau menganggur ataupun ketika sedang melakukan pekerjaan ringan, laptop ini memiliki suhu prosesor di kisaran 48-49 derajat celcius, sedangkan chip grafisnya di kisaran 45-46 derajat celcius. Ketika sudah digunakan dalam keadaan load atau bekerja penuh, suhu prosesornya meningkat hingga maksimal sekitar 100 derajat celcius, sedangkan chip grafisnya juga naik ke angka maksimal sekitar 83 derajat celcius. Suhu chip grafisnya sendiri cukup aman di angka tersebut, namun penulis memberikan catatan khusus untuk suhu prosesornya ketika load. Penulis menyarankan agar kamu menggunakan laptop ini di ruangan ber-AC atau bisa juga menggunakan laptop cooler tambahan agar suhu tersebut dapat turun ke angka yang relatif lebih aman.

Suhu ASUS ZenBook Pro Duo UX581GVIdleLoad
Prosesor Intel Core i7 9750H48-49 C95-100 C
Chip Grafis Nvidia RTX 206045-46 C82-83 C


Baterai

Untuk daya tahan baterai, penulis menguji ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV dengan menggunakannya untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Diatur ke pengaturan power di Windows ke "Better Performance", dengan pemakaian browsing internet, mendengarkan lagu dari Spotify, serta mengolah dokumen menggunakan Microsoft Office, penulis mendapatkan waktu pemakaian hingga sekitar 4 jam saja. Sedangkan jika digunakan untuk bermain game, setelah bermain DOTA 2 selama lebih kurang satu jam dengan konfigurasi grafis minimal (resolusi 1.280 x 720), penulis mendapatkan penurunan daya baterai dari 100% menjadi 15%. Bisa dibilang, daya tahan baterainya terbilang biasa saja. Dengan bobot dan ukurannya yang cukup berat ini, memang kemungkinan besar kamu akan menggunakan laptop ini di rumah saja sebagai pengganti PC desktop sehingga akan lebih sering terhubung ke power outlet.


Kesimpulan

ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV merupakan salah satu laptop unik dan menarik yang dapat kita jumpai di pasaran saat ini. Memiliki performa yang tinggi berkat penggunaan prosesor kelas atas serta chip grafis standar gaming, dukungan dua buah layar yang dapat meningkatkan produktivitas, serta kehadiran beragam fitur yang fungsional seperti ScreenXpert ataupun Number Pad, laptop ini seakan menjadi paket komplit buat kamu yang bisa memanfaatkan segala fungsinya. Mau kamu seorang content creator ataupun pekerja kantoran, penulis rasa kamu akan cocok untuk menggunakan laptop ini.

Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada yang sempurna termasuk dari laptop ini. Ada beberapa kekurangan yang penulis perhatikan cukup krusial mempengaruhi pengalaman memakai laptop ini untuk bekerja. Pertama, suhu prosesor saat digunakan untuk pekerjaan berat cukup tinggi. Hal ini jika terjadi secara terus-menerus bisa mengurangi umur komponen laptop. Selain itu, jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang, ada kemungkinan prosesor tersebut akan mengalami throttling dan penurunan kinerja. Kedua, masih berkaitan dengan suhu prosesor tadi, yakni lokasi pembuangan udara (exhaust) yang berada di sisi kanan laptop. Jika kamu menggunakan mouse dengan tangan kanan sembari mengoperasikan laptop ini untuk pekerjaan berat ataupun bermain game, siap-siap "hawa panas" akan menghantui tangan kananmu. Ketiga, performa audio yang bisa dibilang standar saja, padahal membawa nama besar dari Harman Kardon. Harga laptop ini bisa dibilang di atas rata-rata, seharusnya ASUS bisa memberikan speaker yang lebih baik agar pengalaman audionya terasa lebih berkesan.

Itu saja mungkin yang penulis dapat ceritakan mengenai rasanya bekerja pakai laptop milik content creator, yakni ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV. Saat naskah tulisan ini selesai diketik, harga dari laptop ini berkisar antara 38 - 40 juta rupiah yang penulis temukan di marketplace daring. Banderol harganya memang bukan untuk semua kalangan. Penulis rasa, laptop ini memang cocoknya untuk kamu para content creator yang bisa menghasilkan beragam karya apik serta menjual. Jika kamu seorang gamer, ya lebih cocok melirik gaming laptop seperti seri ROG atau TUF dari ASUS. Jika mencari laptop untuk bekerja? Rasanya seri ExpertBook, ZenBook biasa, ataupun VivoBook lebih cocok untukmu.

Jika diberi nilai, maka ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV akan penulis berikan nilai untuk masing-masing sektor pada tabel di bawah ini:

Nilai Uji Pakai ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV
Fisik9
Performa9
Audio7
Baterai7
Suhu7
Harga7
Nilai Rata-Rata7.6

Spesifikasi teknis dari ASUS ZenBook Pro Duo UX581GV bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:

Nama ProdukASUS ZenBook Pro Duo UX581GV
ProsesorIntel Core i7 9750H 2.6GHz hexa-core with Turbo Boost (up to 4.5GHz) and 12MB cache
Chip GrafisNvidia GeForce RTX 2060 6 GB GDDR6 VRAM
Memori RAM32 GB DDR4 2.666 MHz
Media Penuyimpanan1 TB NVMe PCIe SSD
Layar 
15.6” OLED 4K (3840 x 2160) 16:9 touchscreen
KameraIR webcam dengan dukungan Windows Hello
Konektivitas Fisik 
1 x Thunderbolt 3 USB-C (up to 40Gbps and DisplayPort)
2 x USB 3.1 Gen 2 Type-A (up to 10Gbps)
1 x Standard HDMI 2.0
1 x Audio combo jack
1 x DC-in
Konektivitas Nirkabel
Wi-Fi 6 (Gig+) (802.11ax), Bluetooth 5.0
Audio 
ASUS SonicMaster stereo audio system dengan sertifikasi dari Harman Kardon
Baterai71Wh 8-cell rechargeable Li-Polymer battery pack
Dimensi (P x L x T)35.9(W) x 24.6(D) x 2.4(H) cm
Bobot2.5 kg
Varian WarnaCelestial Blue
HargaBeriksar antara Rp38.000.000 hingga Rp40.000.000
Garansi2 tahun garansi global + 1 tahun ASUS Perfect Warranty




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Review Google Pixel XL: Masih Oke Buat 2019?