Langsung ke konten utama

Review ASUS VivoBook S14 M433: Nyaman Buat Mobilitas Tinggi

Di paruh pertama 2020 ini, dunia per-laptop-an dihebohkan dengan kemunculan jagoan baru dari AMD. Ya, pesaing dari Intel tersebut meluncurkan AMD Ryzen 4000 Series terbaru untuk mobile platform, yang secara mengejutkan memiliki performa yang sangat menjanjikan. Bahkan dari informasi yang sudah banyak beredar, Ryzen 4000 Series ini mampu untuk menyaingi generasi terbaru dari platform pesaingnya. Apakah benar seperti itu?

asus vivobook ryzen

Penulis sendiri berkesempatan untuk memakai salah satu laptop yang diperkuat oleh AMD Ryzen 4000 Series. Kali ini, penulis kedatangan ASUS VivoBook S14 M433, yakni sebuah laptop ringkas yang memiliki desain stylish ala milenial. Laptop ini hadir dengan prosesor AMD Ryzen 4700U, yang memiliki integrated GPU AMD Radeon Graphics untuk performa grafis yang lebih baik. Selain itu, RAM sebesar 8 GB dengan konfigurasi dual channel juga semakin meningkatkan performa dari laptop yang tipis dan ringan ini. Bagaimana pengalaman penulis menggunakan laptop ini lebih kurang selama satu bulan untuk bekerja?


Fisik

Bahasa desain yang dimiliki oleh ASUS VivoBook S14 M433 masih sama dengan yang hadir terlebih dahulu, yakni S433. Tampilannya terkesan minimalis, modern, dan penuh dengan warna. Ya, laptop ini memang memiliki beberapa varian warna khas milenial. Mulai dari Gaia Green dan Resolute Red buat kamu yang ingin tampil lebih ekspresif, serta Dreamy Silver dan Indie Black buat kamu yang ingin terlihat lebih kalem. Di sisi luar, yang ada di belakang layar, terlihat logo ASUS VivoBook agak sedikit terletak di pinggir kanan. Hal ini membuat tersedia ruang kosong yang cukup luas pada sisi luar laptop ini. ASUS sengaja memberikan ruang tersebut untuk para milenial berkreasi, misalnya dengan menempelkan stiker ataupun pernak-pernik lainnya.

Beralih ke sisi dalam, terlihat sebuah layar seluas 14 inci yang memiliki bezel yang lumayan tipis di sisi kiri dan kanan. Sedangkan di sisi atas dan bawah, bezel-nya sedikit lebih tebal karena adanya kamera webcam dan logo ASUS VivoBook. Untuk keyboard-nya sendiri, ASUS VivoBook masih setia dengan model chiclet dengan ukuran tuts yang cukup besar. Kehadiran color block berwarna hijau kekuningan pada tombol Enter semakin menambah kesan "anak muda" pada laptop ini. Penulis pribadi cukup menyukai aktivitas mengetik menggunakan keyboard yang ada di laptop ini. Apalagi tersedia backlit berwarna putih yang dapat membantu penulis ketika menggunakan laptop di ruangan yang gelap.

keyboard laptop asus

touch pad laptop asus

Di bawah keyboard, terdapat sebuah touch pad  dengan ukuran yang lumayan besar. Posisinya sejajar dengan space bar, namun agak memanjang ke kanan hingga ke tuts Alt yang terdapat di kanan space bar. Touch pad ini sudah mendukung Windows Precision Driver, sehingga tingkat akurasi dan kemulusan penggunaannya jadi lebih nyaman. Di sisi kanan atas touch pad, terdapat sebuah sensor pemindai sidik jari yang dapat digunakan untuk membuka kunci layar dari laptop ini.

Soal konektivitas fisik, ASUS VivoBook S14 M433 memiliki kelengkapan yang cukup lengkap. Di sisi kiri bodi, terdapat sebuah DC-in untuk mengecas daya baterai laptop ini, sebuah HDMI, sebuah USB 3.2 Type-A, sebuah USB 3.2 Type-C, serta sebuah audio jack 3,5 mm. Sedangkan di sisi kanan terdapat dua buah USB 2.0 Type-A dan sebuah slot microSD.

port laptop asus

port laptop asus

Performa

Seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, ASUS VivoBook S14 M433 yang diuji pakai oleh penulis ini diperkuat oleh prosesor AMD Ryzen 4700U. Prosesor ini memiliki delapan inti dan delapan thread yang berjalan dengan kecepatan 2 GHz. Jika membutuhkan performa lebih, prosesor tersebut dapat di boost secara otomatis hingga 4,1 GHz sesuai dengan load pekerjaan yang dibebankan. Selama pemakaian penulis yang mayoritas untuk mengolah dokumen menggunakan Office, web browsing dengan banyak tab menggunakan Chrome, menikmati konten video di YouTube, memutar musik menggunakan aplikasi Spotify, serta menonton serial favorit pakai aplikasi Netflix, tidak ditemukan adanya lag ataupun kendala yang berarti. Rasanya keberadaan RAM DDR 4 sebesar 8 GB yang berjalan di 3.200 MHz dengan konfigurasi dual channel sudah lebih dari cukup untuk mayoritas kebutuhan pengguna yang mungkin akan mirip dengan pemakaian penulis.

Di sela kesibukan pekerjaan, penulis juga sesekali melakukan refreshing dengan bermain beberapa game favorit. Meskipun laptop ini bukanlah gaming laptop dan hanya dibekali dengan chip grafis terintegrasi, namun ternyata kemampuan gaming-nya untuk kelas esport game masih dapat diacungi jempol.

Berikut adalah hasil uji performa yang penulis lakukan dengan menggunakan beberapa aplikasi synthetic benchmark dan game yang penulis mainkan.

Pengujian Cinebench R20
RUN 12.489
RUN 22.502
RUN 32.373
RUN 42.176
RUN 52.375
RUN 62.456
RUN 72.192
RUN 82.366
RUN 92.198
RUN 102.327

Pengujian 3DMark
RUN 12.597
RUN 22.612
RUN 32.621
RUN 42.613
RUN 52.620
RUN 62.584
RUN 72.565
RUN 82.580
RUN 92.600
RUN 102.592


GameMin FPSMax FPSAvg FPS
DOTA 2
(1.920 x 1.080, Fastest, DX11)
5711588
Counter Strike: Global Offensive
(1.920 x 1.080, All Low, AA Off)
2821356
Cities Skyline
(1.920 x 1.080, All Low, AA Off)
194533
Final Fantasy X
(1.920 x 1.080, All Low)
46130


Audio

ASUS VivoBook S14 M433 memiliki speaker berkonfigurasi stereo. Sayangnya penulis tidak menemukan hal istimewa dari speaker laptop ini. Keluaran suaranya bisa dibilang biasa saja dan cenderung terdengar flat. Penulis menyarankan sih sebaiknya kamu menggunakan headphone saja jika ingin menikmati konten ataupun bermain game menggunakan laptop ini. Alternatif lainnya, kamu juga bisa menyambungkan laptop ini dengan speaker tambahan melalui audio jack 3,5 mm ataupun Bluetooth seperti yang penulis lakukan sehari-hari.

Suhu

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan ketika kita akan membeli sebuah laptop adalah suhu. Bagaimana dengan suhu pada ASUS VivoBook S14 M433 ini? Penulis mengujinya dengan menjalankan perangkat lunak synthetic benchmark Cinebench R20 sebanyak 10 kali untuk suhu prosesor dan 3DMark Fire Strike untuk suhu kartu grafis. Pengukuran suhu ini menggunakan perangkat lunak Core Temp. Hasilnya, dalam keadaan idle atau menganggur ataupun ketika sedang melakukan pekerjaan ringan, laptop ini memiliki suhu prosesor di kisaran 41-42 derajat celcius, sedangkan chip grafisnya di kisaran 44-45 derajat celcius. Ketika sudah digunakan dalam keadaan load atau bekerja penuh, suhu prosesornya meningkat hingga maksimal sekitar 93 derajat celcius, sedangkan chip grafisnya juga naik ke angka maksimal sekitar 82 derajat celcius. Suhu ini terbilang cukup baik dan aman untuk ukuran laptop dengan bodi yang tipis seperti ini. Namun, penulis menyarankanmu untuk menggunakan laptop ini di tempat yang datar dan rata, seperti di atas meja tanpa alas, serta memakainya di suhu ruangan yang lebih adem dengan menggunakan AC agar performanya lebih terjaga.

Suhu ASUS VivoBook S14 M433IdleLoad
Prosesor AMD Ryzen 4700U41 - 42 C93 C
Chip Grafis AMD Radeon Graphics (7 CU)44 - 45 C82-83 C

Baterai

Untuk daya tahan baterai, penulis menguji ASUS VivoBook S14 M433 dengan menggunakannya untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Diatur ke pengaturan power di Windows ke "Better Performance", dengan pemakaian browsing internet, mendengarkan lagu dari Spotify, serta mengolah dokumen menggunakan Microsoft Office, penulis mendapatkan waktu pemakaian hingga sekitar 7 jam. Sedangkan jika digunakan untuk bermain game, setelah bermain DOTA 2 selama lebih kurang satu jam dengan konfigurasi grafis minimal (resolusi 1.280 x 720), penulis mendapatkan penurunan daya baterai dari 100% menjadi 25%. Bisa dibilang, daya tahan baterainya terbilang lumayan awet.

Kesimpulan

ASUS VivoBook S14 M433 merupakan salah satu laptop kelas menengah yang stylish dan menarik yang dapat kita jumpai di pasaran saat ini. Memiliki performa yang tinggi berkat penggunaan prosesor AMD Ryzen 4000 Series terbaru, model yang minimalis dan modern, serta bobot yang cukup ringan, laptop ini cocok untuk dirimu yang memiliki mobilitas tinggi dan sering bekerja berpindah-pindah tempat seperti penulis. Bahkan tersedia juga ruang yang cukup lapang untuk bisa mengekspresikan dirimu pada laptop ini menggunakan stiker ataupun pernak-pernik lainnya yang dapat kamu tempelkan di bodinya.

Menurut penulis, ada beberapa kekurangan yang ditemukan pada laptop ini. Pertama, yakni audio dari laptop ini yang bisa dibilang standar saja, bahkan tidak sebaik pesaingnya dari merek lain. Kedua, RAM yang ada di laptop ini tidak dapat di upgrade. Sehingga jika kamu membutuhkan RAM lebih, maka mungkin perlu mempertimbangkan untuk memilih model lainnya. Ketiga, absennya fitur ErgoLift yang mampu menambah kenyaman ketika mengetik. Ditujukan sebagai laptop penunjang kerja para milenial ataupun profesional muda, fitur ErgoLift nampaknya bisa menjadi salah satu nilai jual utama dari laptop ini.

Itu saja mungkin yang dapat penulis ceritakan mengenai pengalaman menggunakan ASUS VivoBook S14 M433 sebagai perangkat kerja lebih kurang selama satu bulan. Dengan banderol harganya yang sangat terjangkau, yakni di kisaran 11 jutaan, laptop ini memiliki price/perfomance yang sangat baik di kelasnya. Jika harus diberi nilai, maka penulis berikan nilai untuk masing-masing sektor pada tabel di bawah ini:

Nilai Uji Pakai ASUS VivoBook S14 M433
Fisik9
Performa9
Audio6
Suhu8
Baterai8
Harga8
Nilai Rata-Rata8

Spesifikasi teknis dari ASUS VivoBook S14 M433 bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:

Nama ProdukASUS VivoBook S14 M433
ProsesorAMD Ryzen™ 7 4700U Mobile Processor (8C/8T, 12 MB Cache, 4.1 GHz Max Boost)
Chip GrafisRadeon™ Graphics
Memori RAM8 GB DDR4 3200 MHz
Media Penuyimpanan512 GB M.2 NVMe PCIe SSD
Layar14.0" (16:9) LED backlit FHD (.1920 x 1.080) Anti-Glare, 100% sRGB, 250 nits
Kamera720p HD Web Camera
Konektivitas Fisik1x USB 3.2 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.2 (Gen1) Type-A, 2x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI, 1x Audio Jack, 1x MicroSD Card Reader
Konektivitas NirkabelWi-Fi 6 (Gig+) (802.11ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioBuilt-in speaker certified by harman/ kardon, built in microphone
Baterai50 WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimensi (P x L x T)32,4 x 21,3 x 1,59 cm
Bobot1,4 kg
Varian WarnaGaia Green
Resolute Red
Dreamy Silver
Indie Black
HargaRp11.799.000
Garansi2 tahun garansi global + 1 tahun ASUS Perfect Warranty

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone  juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran ( email , membuka dan edit  dokumen) ataupun hiburan (bermain games , mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop . Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number  yang berawal 505 dan 506.

Review Asus Vivobook Max X441S: Laptop Mahasiswa dengan Harga Terjangkau

Notebook atau yang masih biasa disebut laptop merupakan salah satu gadget  populer yang dibutuhkan oleh berbagai kalangan. Sebab, masih banyak aktivitas yang saat ini belum bisa diakomodir oleh ponsel maupun tablet. Pelajar maupun mahasiswa adalah salah satu golongan masyarakat yang membutuhkan gadget ini. Selain digunakan sebagai alat pencari bahan pelajaran maupun untuk mengerjakan tugas, laptop bagi mahasiswa juga befungsi sebagai perangkat multimedia serba bisa.