Pixel 5: Flagship Google Turun Kasta ke Kelas Midrange?

Google Pixel menjadi salah satu benchmark di ranah ponsel Android. Penerus dari seri Nexus tersebut memoles diri mereka, bukan hanya sebagai ponsel pintar untuk geek yang gemar akan spesifikasi teknis tinggi dan update terkini, tapi juga sudah mulai memperhatikan fitur lainnya yang lebih digemari oleh pengguna awam: yakni sebuah kamera yang sangat brilian. Ya, penulis sendiri sudah membuktikannya dengan menggunakan Pixel XL. Ponsel yang sudah berumur empat tahun itu terbukti masih memiliki hasil foto yang masih bisa bersaing dengan ponsel kelas atas saat ini.


Gambar dari blog.google.


Namun, sebagus-bagusnya sebuah Pixel, ada satu hal yang membuatnya cukup terganjal untuk dibeli orang masyarakat: harga. Ya, Google mematok banderol seri Pixel terlalu tinggi. Pixel 4 dan Pixel 4 XL misalnya, kedua flagship ini dibanderol masing-masing seharga USD 799 atau sekitar 11,9 juta rupiah untuk Pixel 4 varian terendah dengan memori internal 64 GB, serta USD 899 atau sekitar 13,4 juta rupiah untuk Pixel 4 XL varian terendah dengan memori internal 64 GB. Dengan banderol harga yang tinggi tersebut, pengguna awam tentunya akan berpikir kembali untuk bisa mencoba dan merasakan pengalaman menggunakan sebuah ponsel pintar yang didukung penuh oleh Google.

Oleh karena itu, perusahaan asal California tersebut meluncurkan dua buah produk untuk kelas midrange atau menengah, yakni Pixel 5 dan Pixel 4a 5G. Meskipun keduanya dirancang untuk memposisikan diri sebagai non-flagship, namun bukan berarti kamu bisa memandang sebelah mata untuk kedua produk ini, terutama Pixel 5. Memang apa saja yang dibawa oleh Pixel 5 ini?

Google hanya menyediakan satu varian Pixel 5 saja untuk kali ini. Meskipun sebenarnya, varian XL sudah cukup terwakili dengan kehadiran Pixel 4a 5G. Salah satu perubahan yang terbesar dan tentunya cukup kontroversial adalah keputusan perusahaan Amerika Serikat tersebut untuk menggunakan chipset kelas menengah pada jagoan mereka. Ya, Pixel 5 diperkuat oleh chipset Qualcomm Snapdragon 765G, yang masuk ke seri 700 untuk kelas menengah, tidak meneruskan tradisi pendahulunya menggunakan chipset seri 800 (meskipun biasanya mendapatkan underclock). Bisa dibilang, hal ini dikarenakan Google tidak bertujuan untuk mengejar performa tinggi, sebab ponsel mereka memiliki sebuah custom chip untuk membuat sihir pada kameranya.


bodi fisik pixel 5
Gambar dari store.google.com.


Ya, kamera memang menjadi highlight utama dari seri Pixel, termasuk pada Pixel 5. Kali ini, Google tetap membawa konfigurasi kamera ganda pada kamera belakang. Hanya saja, berbeda dengan Pixel generasi keempat yang menggunakan lensa wide dan telephoto, kali ini Pixel 5 dilengkapi dengan sebuah lensa wide beresolusi 12,2 megapiksel dan lensa ultra-wide beresolusi 16 megapiksel. Tenang saja, kamu tetap bisa melakukan zoom dengan kamera ponsel ini kok. Hanya saja, kali ini Google benar-benar bertaruh dengan hanya mengandalkan lossless digital zoom yang didukung oleh algoritma AI. Kamera belakang ini juga tetap dilengkapi dengan optical image stabilization dan dukungan untuk perekaman video hingga resolusi 4K 60 FPS.

Layar yang dimiliki oleh Pixel 5 cukup luas dengan ukuran 6 inci. Masih membawa resolusi Full HD+, namun kali ini memiliki refresh rate 90 Hz untuk pengalaman navigasi yang lebih mulus. Layar ini juga sudah terlindungi oleh Corning Gorilla Glass 6, sehingga lebih aman dari goresan yang tidak diinginkan. Pada pojok kiri atas layar ini, terdapat sebuah kamera dengan lensa wide beresolusi 8 megapiksel. Kamera ini juga dilengkapi dengan fitur Auto-HDR dan mendukung perekaman video hingga resolusi 1080p 30 FPS. Di atas layar ini, terdapat sebuah earpiece yang juga berfungsi sebagai salah satu speaker dari konfigurasi speaker stereo pada ponsel ini.

Chipset Snapdragon 765G membawa modem X52 yang memungkinkan Pixel 5 memiliki konektivitas 5G. Hanya saja, ponsel ini hanya memiliki Wi-Fi 5 (802.11ac), bukan Wi-Fi 6 yang saat ini lumrah tersedia di ponsel baru kelas flagship. Di sisi baterai, Pixel generasi kelima ini mendapatkan upgrade kapasitas yang lumayan besar, yakni menjadi 4.080 mAh. Baterai tersebut juga sudah dilengkapi dengan kemampuan pengisian daya cepat hingga 18 W. Memang bukan kapasitas yang terbesar serta pengisian daya yang tercepat sih jika melihat standar saat ini, namun dengan optimalisasi sistem operasi yang bagus dibarengi dengan penggunaan chipset hemat daya seperti 765G, seharusnya ponsel ini memiliki daya tahan baterai yang cukup untuk menemani aktivitasmu seharian penuh.


wireless charging pixel 5
Gambar dari store.google.com.


Untuk fitur lainnya, bodi dari Pixel 5 sudah mendapatkan sertifikasi IP68 untuk ketahanan dari debu dan air. Bodinya sendiri terbuat dari aluminium daur ulang dan dibuat dengan semacam tekstur agar lebih mantap di genggamanmu. Meskipun tidak menggunakan bahan kaca, namun ponsel ini tetap memiliki fitur pengisian daya nirkabel, termasuk reverse wireless charging untuk mengisi perangkat lain. Pengaman biometrik pun kembali menjadi lebih tradisional, sebab ponsel ini memiliki pemindai sidik jari yang terdapat di sisi belakang bodi. Tersedia dua pilihan warna yang bisa kamu pilih, yakni Just Black sebagai warna unggulan, serta Sorta Sage sebagai alternatif pilihan.


Google sudah membuka keran pemesanan Pixel 5 secara pre-order di Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Irlandia, Jepang, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat. Penjualan bebas perangkat ini akan dimulai pada 15 Oktober untuk delapan negara pertama, serta 29 Oktober untuk Amerika Serikat. Ponsel ini dibanderol seharga USD 700 / EUR 630 / GBP 599.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Review Google Pixel XL: Masih Oke Buat 2019?