Langsung ke konten utama

WhatsApp Perkenalkan Kebijakan Privasi Baru

Aplikasi perpesanan populer milik Facebook, WhatsApp, telah memperkenalkan kebijakan privasi baru. Seluruh pengguna, termasuk di Indonesia, akan menerima sebuah pesan notifikasi yang berisikan informasi soal kebijakan yang dimaksud. Di dalamnya, tertulis WhatsApp dapat membagikan data milik pengguna dengan perusahaan milik Facebook lainnya. Artinya, beberapa data milikmu sebagai pengguna WhatsApp, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan oleh perusahaan yang berada di naungan Facebook, misalnya: Facebook dan Instagram.


whatsapp new privacy policy


Beberapa informasi yang dikumpulkan dan akan dibagikan oleh WhatsApp kepada perusahaan di bawah naungan Facebook lainnya antara lain: data lokasi, alamat IP, model perangkat, sistem operasi, daya baterai, kekuatan sinyal operator, browser, jaringan operator, ISP, bahasa, zona waktu, hingga IMEI. Tidak hanya itu, aplikasi perpesanan ini juga akan mengumpulkan beberapa data yang berkaitan dengan bagaimana cara kamu menggunakan pesan, panggilan suara, grup, status, foto profil, hingga waktu kamu terakhir online.

Lebih jauh lagi, WhatsApp menambahkan sebuah kategori data bernama transaksi dan pembayaran. Artinya, platform tersebut akan memproses informasi tambahan untuk transaksi dan pembayaran, jika transaksi tersebut melewati platform WhatsApp. Pihak WhatsApp sendiri mengklaim jika hal ini hanyalah untuk tujuan analytics saja, meskipun diyakini data transaksi ini akan menjadi data yang bisa diolah oleh perusahaan Facebook lainnya.


Kebijakan privasi baru ini bisa dibilang sangat kontras dari janji WhatsApp ketika mereka diakuisisi oleh Facebook pada 2014 silam. Pada saat itu, aplikasi perpesanan ini meyakinkan para pengguna bahwa mereka akan hanya "mengintip" data pengguna sesedikit mungkin. Hingga saat ini, kamu bisa memilih untuk tidak membagikan data milikmu kepada pihak WhatsApp dan Facebook. Namun pada 8 Februari 2021 mendatang, mau tidak mau kamu harus menerima kebijakan privasi baru ini.

Perlu kamu ketahui, negara-negara di Uni Eropa terhindar dari kebijakan privasi baru ini. Hal tersebut dikarenakan adanya peraturan yang lebih ketat mengenasi privasi data pengguna yang terangkum dalam GDPR. Dengan peruatruan tersebut, maka 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa tidak akan membagikan data pengguna kepada pihak ketiga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Asus Vivobook Max X441S: Laptop Mahasiswa dengan Harga Terjangkau

Notebook atau yang masih biasa disebut laptop merupakan salah satu gadget  populer yang dibutuhkan oleh berbagai kalangan. Sebab, masih banyak aktivitas yang saat ini belum bisa diakomodir oleh ponsel maupun tablet. Pelajar maupun mahasiswa adalah salah satu golongan masyarakat yang membutuhkan gadget ini. Selain digunakan sebagai alat pencari bahan pelajaran maupun untuk mengerjakan tugas, laptop bagi mahasiswa juga befungsi sebagai perangkat multimedia serba bisa.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop . Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number  yang berawal 505 dan 506.

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone  juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran ( email , membuka dan edit  dokumen) ataupun hiburan (bermain games , mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.