Langsung ke konten utama

Review ASUS ProArt StudioBook W700: Laptop Desain Bisa Buat Mining?

ASUS seri ProArt yang diwakili oleh StudioBook merupakan lini laptop yang didesain khusus bagi para pekerja kreatif, baik itu para desainer grafis, videografer, animator, desainer interior, hingga pekerja teknik seperti arsitek. Memiliki tagline "The power to create, anywhere", StudioBook seolah-olah ingin mengukuhkan bahwa laptop ini adalah solusi bagi kara pekerja kreatif yang membutuhkan laptop berkinerja tinggi, namun tetap dalam balutan bodi yang ringkas, tipis, dan ringan. Ditambah dengan ukuran layarnya yang sangat luas untuk sebuah laptop, menjadikan StudioBook sangat serbaguna baik dijadikan sebuah desktop replacement di rumah, ataupun mobile workstation ketika sedang di luar rumah.


review asus proart studiobook w700


Kali ini, penulis kedatangan ASUS ProArt StudioBook W700, yang saat ini menjadi andalan ASUS pada laptop seri ProArt StudioBook saat ini. Ditenagai oleh prosesor Intel Xeon E-series dan chip grafis NVIDIA Quadro RTX 3000 Max-Q. Meskipun laptop ini sebenarnya ditujukan bagi para pekerja kreatif ataupun desainer, namun karena latar belakang penulis bukanlah keduanya, maka penulis akan mengujinya untuk digunakan sebagai penunjang pekerjaan sehari-hari pekerja kantoran. Sebagai tambahan, penulis juga akan menguji laptop ini untuk menjalankan game kasual dan juga mining menggunakan aplikasi NiceHash. Penasaran seperti apa pengalaman penulis dengan StudioBook W700? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya!

Fisik

ASUS ProArt StudioBook W700 (yang selanjutnya akan penulis sebut StudioBook W700) memiliki bahasa desain yang berbeda dari laptop ASUS seri lainnya. Memiliki sudut yang lebih tajam dengan bentuk mengotak serta dibungkus oleh material berbahan logam berwarna abu-abu membuatnya terlihat sederhana namun futuristik. Apalagi ASUS juga menambahkan aksen warna Rose Gold pada garis yang terletak di belakang bawah layar serta tulisan ASUS StudioBook yang ada di bawah layar, membuatnya terlihat lebih mewah dan mengesankan. Meskipun memiliki layar 17 inci, namun ASUS merancang dimensi laptop ini agar setara dengan laptop lain yang memiliki layar 15 inci. Hasilnya, bobot-nya pun menjadi tidak terlalu berat, hanya sekitar 2,39 kilogram saja.


review asus proart studiobook w700

review asus proart studiobook w700


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ASUS StudioBook W700 memiliki layar seluas 17 inci dengan resolusi WUXGA 1.920 x 1.200. Layar berjenis IPS-level tersebut sudah dilengkapi dengan fitur anti-glare, memiliki tingkat kecerahan hingga 300 nits, memiliki akurasi warna DCI-P3 97%, serta sudah mengantongi sertifikasi Pantone Validated. Bingkai di sekitar layar pun terbilang cukup tipis, yang membuatnya memiliki rasio layar ke bodi hingga 84%. Meskipun tipis, namun laptop ini tetap memiliki webcam beresolusi 720p pada sisi bingkai atas.

Beralih ke bagian yang berada di bawah layar, penulis menemukan sebuah keyboard yang memiliki tuts model chiclet. Sekilas keyboard ini mirip dengan keyboard yang dihadirkan oleh ASUS pada seri ZenBook. Dari pengalaman penulis menggunakannya, keyboard dari laptop ini cukup nyaman untuk digunakan. Jarak antara keyboard cukup baik dan travel distance-nya pun masih tergolong nyaman. Tersedia juga lampu backlit sebanyak dua tingkat sehingga memudahkan penulis untuk menggunakannya di ruangan yang gelap. Sayangnya, keyboard-nya menghilangkan sisi numpad yang biasanya hadir di sisi kanan pada laptop berukuran lebih dari 15 inci. Menurut penulis, hal ini cukup disayangkan mengingat ruang keyboard yang masih cukup lapang tersedia pada laptop ini. Untuk menggantikan numpad tersebut, ASUS menghadirkan sebuah Number Pad yang terletak pada touch pad. Number Pad ini bisa diaktifkan dengan menekan sebuah tombol yang berada di kanan atas dari touch pad. Berbicara mengenai touch pad-nya sendiri, ukurannya cukup luas dengan lebar dari sisi kiri tombol space bar hingga tombol Alt sebelah kanan. Penulis juga menemukan sebuah pemindai sidik jari terletak di ujung kiri sejajar dengan touch pad tersebut yang dapat difungsikan untuk membuka kunci Windows menggunakan opsi biometrik.


review asus proart studiobook w700

review asus proart studiobook w700

review asus proart studiobook w700

review asus proart studiobook w700


Soal konektivitas, StudioBook W700 dilengkapi dengan konektivitas fisik yang cukup lengkap. Di sisi kiri terdapat sebuah kensington lock, port DC-in, ThunderBolt 3 dengan dukungan display out, HDMI 2.0a, USB-A 3.2 Gen 1, serta SD 4.0 card reader. Sedangkan di sisi kanannya, hanya terdapat dua port USB-A 3.2 Gen 1. Untuk konektivitas nirkabel, laptop ini dibekali dengan WiFi 6 802.11ax dan Bluetooth 5.0.


review asus proart studiobook w700

review asus proart studiobook w700

review asus proart studiobook w700

Performa

ASUS StudioBook W700 diperkuat oleh prosesor Intel kelas workstation, yakni Intel Xeon E-2276M.  Sekadar informasi, prosesor Intel Xeon ditujukan untuk produk yang harus berjalan secara terus-menerus secara stabil. Biasanya, prosesor ini dipakai untuk mengotaki komputer server. Kali ini, ASUS mencoba untuk mempersenjatai salah satu laptop mereka dengan prosesor canggih ini. Artinya, selain mengejar performa, ASUS juga berani menjamin kestabilan dari StudioBook W700 selama dioperasikan oleh pengguna. Prosesor Intel Xeon tersebut memiliki kecepatan standar di 2,8 GHz dan bisa di-boost hingga 4,7 GHz secara otomatis ketika membutuhkan performa yang lebih tinggi. Dipadukan dengan memori 32 GB yang berjalan pada konfigurasi single channel, laptop ini mampu diajak untuk melakukan multitasking. Melakukan segala aktivitas di laptop ini, baik untuk bekerja sehari-hari, menikmati konten hiburan, hingga bermain game terbilang sangat lancar tanpa kendala. Penulis sendiri seringkali melakukan multitasking saat bekerja dengan membuka banyak aplikasi dan tidak menemukan kendala apapun. Sekadar informasi, memori RAM yang digunakan pada laptop ini berjenis memori ECC yang biasanya terdapat di komputer server dan desktop workstation. Memori ECC memungkinkan setiap data yang diolah oleh prosesor dari RAM tidak rusak sehingga dapat meminimalisir terjadinya error.


prosesor asus studiobook w700

memori ram asus studiobook w700

gpu asus studiobook w700


Sebagai sebuah laptop-nya para pekerja kreatif, ASUS StudioBook W700 diperkuat oleh chip grafis yang sangat mumpuni. Laptop ini diperkuat dengan NVIDIA Quadro RTX 3000 Max-Q. Chip grafis yang dioptimalkan untuk meningkatkan performa saat bekerja kreatif tersebut memiliki VRAM sebesar 6 GB GDDR6 dan memiliki GPU clock standar di angka 600 MHz. Ketika dibutuhkan, GPU clock tersebut dapat ditingkatkan hingga 1.215 MHz. Meskipun chip grafis ini sebenarnya lebih dioptimalkan untuk software pengolah grafis, video animasi, ataupun software desain grafis lainnya, namun bukan berarti laptop ini tidak bisa dipakai untuk bermain game, lho. Buktinya, penulis masih bisa bermain beberapa game seperti Counter Strike: Global Offensive, DOTA 2, dan Cities Skyline dengan pengaturan grafis terbaik dan mendapatkan frame rate yang cukup tinggi dan stabil.

Berikut adalah hasil uji performa yang penulis lakukan dengan menggunakan beberapa aplikasi benchmark sintetis dan game yang penulis mainkan:


Pengujian Cinebench R20
RUN 12767
RUN 22677
RUN 32776
RUN 42805
RUN 52677
RUN 62740
RUN 72562
RUN 82853
RUN 92799
RUN 102630
Pengujian 3DMark Fire Strike (Graphics Score)
RUN 114407
RUN 214416
RUN 314340
RUN 414284
RUN 514348
RUN 614381
RUN 714427
RUN 814356
RUN 914321
RUN 1014401

GameMin FPSMax FPSAvg FPS
Counter Strike: Global Offensive
(1.920 x 1.200, All High, AA 2x)
78269122
DOTA 2
(1.920 x 1.200, Best Looking, Exclusive Fullscreen)
84113102
Cities Skyline
(1.920 x 1.080, All High, AA Enabled)
276249

review asus studiobook w700


Sesuai dengan judul artikel review ini, penulis iseng mencoba memakai ASUS StudioBook W700 untuk menjalankan aplikasi cryptocurrency mining. Aplikasi yang penulis jalankan adalah NiceHash, yakni sebuah aplikasi mining populer yang tidak memerlukan banyak pengaturan teknis. Untuk mining-nya sendiri, penulis hanya memanfaatkan tenaga dari chip grafisnya saja, mengingat mining menggunakan prosesor bisa dibilang kurang menguntungkan. Secara rata-rata, mining menggunakan chip grafis NVIDIA Quadro RTX 3000 Max-Q dengan aplikasi NiceHash, penulis mendapatkan kecepatan sekitar 24 MH/s. Berikut adalah hasil pengujiannya:




Audio

Sebagai laptop untuk para pekerja kreatif, khususnya yang berhubungan dengan desain grafis, ASUS StudioBook W700 tentu tidak menonjolkan fitur audio layaknya laptop multimedia ataupun gaming. Namun tidak disangka, ternyata keluaran suara dari speaker yang ada di laptop ini cukup mengesankan. Sepanjang penulis memakai laptop ini untuk melakukan conference call via Zoom atau Google Meet, suara yang keluar dari speaker stereo pada laptop ini terdengar cukup lantang dan jelas. Begitu pun ketika digunakan untuk menonton film via Netflix ataupun memutar musik via Spotify, keluaran suaranya sangat enak untuk dinikmati. Hal ini mungkin berkat hadirnya fitur ASUS Sonic Master Premium yang tertanam pada laptop ini. Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih imersif, kamu dapat dengan mudah menghubungkan headset andalanmu via koneksi Bluetooth ataupun audio jack 3,5 mm yang tersedia pada laptop ini.

Suhu

Suhu menjadi salah satu pertimbangan penulis ketika menguji sebuah laptop. Bagaimana dengan suhu pada ASUS StudioBook W700 ini? Penulis mengujinya dengan menjalankan Cinebench R20 dan 3DMark Fire Strike secara berturut-turut. Pengukuran suhu ini menggunakan perangkat lunak CoreTemp. Hasilnya, dalam keadaan idle atau menganggur ataupun ketika sedang melakukan pekerjaan ringan, laptop ini memiliki suhu prosesor di kisaran 41-42 derajat celcius dan chip grafis di kisaran 42-43 derajat celcius. Ketika sudah digunakan dalam keadaan full load atau bekerja penuh, suhu prosesornya meningkat hingga maksimal sekitar 81-82 derajat celcius, sedangkan suhu chip grafisnya di kisaran 82-83 celcius. Suhu ini bisa dibilang sangat adem untuk "jeroan" kencang ada tertanam pada laptop ini. Bahkan, jika kamu memperhatikan pada screenshot NiceHash di atas, jika yang bekerja secara full load hanya chip grafisnya saja, maka suhu maksimalnya bisa dipertahankan di angka 67 derajat celcius.


Suhu ASUS StudioBook W700IdleLoad
Prosesor Intel Xeon E-2276M41 - 42 c81 - 82 c
GPU NVIDIA Quadro RTX 3000 Max-Q42 - 43 c82 - 83 c


Baterai

ASUS StudioBook W700 diperkuat oleh baterai berdaya 57 WHrs. Daya tersebut terbilang standar untuk ukuran laptop masa kini. Alhasil, dengan pola pemakaian ala penulis yang menggunakan laptop ini seharian untuk mengerjakan pekerjaan kantor, seperti mengolah dokumen, melakukan video conferencing, serta mengakses beberapa situs yang terkait pekerjaan, laptop ini hanya sanggup bertahan lebih kurang selama lima hingga enam jam saja ketika Power Management pada Windows diatur ke mode "Better Battery". Hal ini dapat dimaklumi mengingat "jeroan" dari laptop ini yang sangat menguras daya. Apalagi dengan ukuran layar sebesar 17 inci, kecil kemungkinan kamu akan menggunakan laptop ini secara mobile, kan?

Kesimpulan

ASUS StudioBook W700 merupakan salah satu laptop kelas workstation yang menyasar para pekerja kreatif maupun teknik yang bisa penulis rekomendasikan saat ini. Performanya yang sangat kencang dengan suhu kerja yang terbilang adem menjadikan laptop ini sangat cocok untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Kemampuannya untuk menjalankan beragam aplikasi desain dan teknik secara lebih optimal juga patut kamu pertimbangkan. Selain itu, performa gaming-nya juga bisa dibilang sangat baik, meskipun laptop ini bukanlah sebuah gaming laptop.

Bagaimana dengan kekurangan dari laptop ini? Ukuran yang besar mungkin bisa menjadi momok yang menakutkan bagi kamu yang membutuhkan sebuah laptop yang bisa dibawa-bawa untuk bekerja secara mobile. Daya tahan baterai yang juga terbilang biasa saja, mungkin bisa menambah ketidaktertarikan kamu untuk meminang laptop ini. Terakhir, banderol harganya yang terbilang cukup tinggi, di kisaran 55 juta rupiah, mungkin bisa membuatmu mundur teratur.

Berikut adalah nilai yang penulis berikan untuk masing-masing sektor dari hasil pengujian ASUS StudioBook W700:


Nilai Uji Pakai ASUS StudioBook W700
Fisik9
Performa9
Audio8
Suhu9
Baterai7
Harga7
Nilai Rata-Rata8.2


Spesifikasi teknis dari ASUS StudioBook W700 yang diuji pakai oleh penulis bisa kamu lihat pada tabel di bawah ini:


Nama ProdukASUS StudioBook W700
ProsesorIntel Xeon E-2276M dengan kecepatan 2,8 GHz yang dapat di-boost hingga 4,7 GHz, enam cores 12 threads, 12 MB cache.
Chip GrafisNVIDIA Quadro RTX 3000 Max-Q dengan memori 6 GB GDDR6.
Memori RAM32 GB DDR4 SO-DIMM berjenis memori ECC, tersedia satu keping lainnya dengan maksimal kombinasi memori hingga 64 GB.
Media Penyimpanan1 TB M.2 NVMe PCIe 3.0 SSD.
Sistem OperasiWindows 10 Pro.
Layar
17" (16:10) IPS-Level Panel (1.920 x 1.200) dengan Anti-Glare, DCI-P3: 97%, Pantone Validated, dan tingkat kecerahan hingga 300 nits.
Kamera720p HD Web Camera.
Konektivitas Fisik3x USB-A 3.2 Gen 1
1x Thunderbolt 3 dengan dukungan display out
1x HDMI 2.0a
1x 3.5mm Combo Audio Jack
SD 4.0 card reader.
Konektivitas NirkabelIntel Wi-Fi 6 AX200 802.11AX (2 x 2)
Bluetooth 5.0.
AudioSpeaker stereo dengan dukungan ASUS Sonic Master Premium.
Baterai57 WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion.
Dimensi (P x L x T)38,2 x 28,6 x 1,99 cm.
Bobot2,39 kg.
Varian WarnaStar Grey.
HargaRp55.000.000.
GaransiDua tahun garansi global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Asus Vivobook Max X441S: Laptop Mahasiswa dengan Harga Terjangkau

Notebook atau yang masih biasa disebut laptop merupakan salah satu gadget  populer yang dibutuhkan oleh berbagai kalangan. Sebab, masih banyak aktivitas yang saat ini belum bisa diakomodir oleh ponsel maupun tablet. Pelajar maupun mahasiswa adalah salah satu golongan masyarakat yang membutuhkan gadget ini. Selain digunakan sebagai alat pencari bahan pelajaran maupun untuk mengerjakan tugas, laptop bagi mahasiswa juga befungsi sebagai perangkat multimedia serba bisa.

LG G4 Anda Kena Bootloop? Ini Dia Solusinya!

Apakah Anda pemilik LG G4? Jika ya, maka sebaiknya Anda berhati-hati. Ponsel yang dikenal akan kemampuan kameranya tersebut dilaporkan telah mengalami masalah bootloop . Hal tersebut terjadi secara acak dan tidak terduga. Dikabarkan, masalah ini ditemui oleh pengguna LG G4 dengan serial number  yang berawal 505 dan 506.

Mau Beli Ponsel Garansi Distributor? Cek Dulu 3 Hal Penting Ini!

Ponsel pintar saat ini sudah menjadi salah satu barang yang wajib dimiliki. Hampir setiap aktivitas masyarakat membutuhkan bantuan dari alat komunikasi tersebut. Tidak hanya untuk berkomunikasi jarak jauh, smartphone  juga digunakan untuk keperluan lain, seperti penunjang pekerjaan kantoran ( email , membuka dan edit  dokumen) ataupun hiburan (bermain games , mendengarkan musik). Oleh sebab itu, ponsel kini sudah menjadi kebutuhan primer penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya.